Kasih Waktu Seminggu, Bank Tanah Harus Cabut Patok Tanah di Desa Delas

    INTRIK.ID, BANGKA SELATAN – Program Bank Tanah di Desa Delas Kecamatan Airgegas Kabupaten Bangka Selatan ditolak masyarkat Desa Delas.

    Penolakan itu ditenggarai saat Bank Tanah memasang patok di area perkebunan Desa Delas tanpa adanya sosialisasi terlebih dulu.

    “Seluruh masyarakat menolak pemasangan patok itu,” ungkap salah satu warga, Soni Susanto saat menggelar aksi di Gedung Olahraga Desa Delas, Jumat (29/11/24).

    Ia mengatakan warga meminta pihak Bank Tanah untuk mencabut kembali patok tersebut karena tidak ada izin dan sosialisasi terlebih dahulu.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Kami kasih waktu tujuh hari atau tujuh kali 24 jam. Jika patok itu tidak dicabut pihak terkait, maka kami akan bergotong royong mencabut sendiri patok itu di atas lahan perkebunan warga,” ujar Soni.

    Meskipun program Bank Tanah merupakan turunan undang-undang cipta kerja tahun 2021 untuk kesejahteraan masyarakat, pihaknya tetap meragukan hal tersebut.

    “Memang nanti masyarakat bisa mengelola lahan Bank Tanah itu lalu setelah 10 tahun akan dikeluarkan sertifikat hak milik. Tapi kami khawatir nanti beda presiden beda juga kebijakannya karena 10 tahun itu lama. Makanya kami menolak adanya Bank Tanah disini dan pemasangan patok di lahan kebun warga,” tegasnya.

    “Masyarakat juga kwatir, karena banyak terjadi di wilayah Jawa dan Kalimantan yang banyak terjadi penggusuran oleh negara tanpa ganti rugi,” tutup Soni.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Sementara itu Kepala Desa Delas, Tanjaya mengatakan pihaknya sudah menyampaikan aspirasi warga tersebut ke pihak Bank Tanah.

    “Apa yang dikatakan warga telah kami sampaikan ke pihak Bank Tanah. Kami Pemerintah Desa sangat mendukung masyarakat untuk mencabut patok di lahan perkebunan Desa Delas, ” pungkasnya ( Abi )

    Mungkin Suka Ini juga:
    Supir Tembak Jadi Pemicu Kemarahan Warga Perlang, PT PSM Didemo

    Supir Tembak Jadi Pemicu Kemarahan Warga Perlang, PT PSM Didemo

    Antrean Pertalite Mengular di Koba, Warga Mulai Tinggalkan Pertamax

    Antrean Pertalite Mengular di Koba, Warga Mulai Tinggalkan Pertamax

    Dituding Bobolkan Tong Timah, Cepot :  Maklum Pemain Baru Bisnis Timah, Belum Paham Penyusutan Kadar Air

    Dituding Bobolkan Tong Timah, Cepot : Maklum Pemain Baru Bisnis Timah, Belum Paham Penyusutan Kadar Air

    Terdampar 8 Jam di Tengah Laut, Tiga ABK KM Sebanyak Selamat Dievakuasi Tim SAR

    Terdampar 8 Jam di Tengah Laut, Tiga ABK KM Sebanyak Selamat Dievakuasi Tim SAR

    Mesin Mati 21 Mil dari Daratan, Tiga Penumpang KM Sebanyak Terombang-Ambing di Laut Bebuar

    Mesin Mati 21 Mil dari Daratan, Tiga Penumpang KM Sebanyak Terombang-Ambing di Laut Bebuar

    Pencarian Berakhir Nihil, Misteri Hilangnya Warga Desa Tugang Belum Terpecahkan

    Pencarian Berakhir Nihil, Misteri Hilangnya Warga Desa Tugang Belum Terpecahkan