
INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Kebakaran hutan di kawasan eks PT Kobatin, Kabupaten Bangka Tengah, Senin (3/8/2026) sore, nyaris merembet ke sejumlah fasilitas publik. Kobaran api yang membakar semak belukar di lahan bekas tambang itu sempat mengancam Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) milik pemerintah, Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas), hingga area bekas smelter.
Berdasarkan keterangan warga, kepulan asap pertama kali terlihat menjelang waktu Magrib dari kawasan bekas lapangan golf eks PT Kobatin. Kondisi cuaca yang kering disertai angin kencang membuat api dengan cepat menjalar ke area sekitar.
“Asapnya kelihatan dari sore pas menjelang Magrib. Titiknya di sekitar bekas lapangan golf eks PT Kobatin. Anginnya kencang, jadi kami khawatir api merembet,” ujar Riyan (33), warga setempat.
Mendapat laporan tersebut, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangka Tengah bersama personel kepolisian dan petugas pemadam kebakaran langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.
Petugas sempat berhasil mengendalikan kobaran api di titik awal. Namun, tidak lama kemudian muncul titik api baru di sekitar bekas pemandian umum di Jalan Tanjung Langka, Sumur 7, sehingga proses pemadaman kembali dilakukan.
Medan berupa semak belukar, lahan bekas tambang yang luas, serta banyaknya material kering menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Tiupan angin juga membuat api berpotensi menyebar lebih cepat ke area sekitarnya.
Kondisi ini sempat menimbulkan kekhawatiran warga karena lokasi kebakaran berada tidak jauh dari sejumlah fasilitas publik. Di kawasan tersebut terdapat PKBM milik pemerintah, Labkesmas Kabupaten Bangka Tengah, serta kompleks bekas smelter yang berpotensi terdampak apabila api terus meluas.
Hingga berita ini diturunkan, petugas BPBD Kabupaten Bangka Tengah bersama unsur kepolisian dan pemadam kebakaran masih melakukan proses pendinginan di sejumlah titik untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali menyala.
Belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat peristiwa tersebut. Penyebab kebakaran juga masih dalam penyelidikan.