
INTRIK.ID, BANGKA – Empat nelayan yang terombang-ambing setelah kapal mereka mengalami mati mesin di Perairan Pantai Air Anyir, Kabupaten Bangka, berhasil dievakuasi Tim SAR gabungan dalam kondisi selamat, Senin (17/8/2026).
Keempat nelayan tersebut sebelumnya berangkat dari Dermaga Serata Pasir Padi menuju Perairan Air Anyir untuk mencari ikan sekitar pukul 06.00 WIB menggunakan kapal nelayan berwarna biru dengan panjang sekitar 8,5 meter.
Namun, sekitar pukul 16.00 WIB, kapal yang mereka gunakan mengalami kerusakan hingga mesin mati di tengah laut.
Rekan korban, Danis, kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Pangkalpinang sekitar pukul 17.00 WIB untuk meminta bantuan evakuasi.
Mendapat laporan tersebut, Tim Rescue Kansar Pangkalpinang langsung bergerak sekitar pukul 17.35 WIB menuju lokasi kejadian.
Operasi penyelamatan melibatkan Tim Rescue Kansar Pangkalpinang, ABK KN SAR Karna, Polairud Polda Babel dan Bakamla Babel.
Tim bergerak dari Dermaga PT S menuju lokasi kejadian menggunakan sekoci KN SAR Karna. Dalam perjalanan, tim sempat menghadapi kendala jarak pandang yang terbatas.
Setibanya di lokasi, tim menemukan kapal nelayan dalam kondisi lego jangkar. Keempat nelayan kemudian dievakuasi untuk dibawa menuju daratan.
Selain mengevakuasi para korban, tim SAR juga membawa mesin kapal yang mengalami kerusakan. Sementara kapal ditinggalkan sementara di lokasi dalam kondisi lego jangkar dan rencananya akan diambil kembali setelah mesin selesai diperbaiki.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika mengapresiasi kesigapan pelapor yang segera menghubungi Basarnas setelah mengetahui empat nelayan mengalami kendala di tengah laut.
Menurutnya, dalam kondisi darurat di laut, kecepatan informasi menjadi salah satu faktor penting untuk mempercepat proses pertolongan.
“Begitu kami menerima laporan, tim langsung kami siapkan dan bergerak menuju lokasi. Alhamdulillah, seluruh korban berhasil ditemukan dan dievakuasi dalam keadaan selamat,” ujarnya.
Ia mengatakan kondisi di laut memiliki tantangan tersendiri, terlebih operasi dilakukan pada sore hingga malam hari dengan jarak pandang yang terbatas.
“Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya nelayan, sebelum melaut agar memastikan kondisi kapal dan mesin dalam keadaan baik, membawa alat komunikasi serta perlengkapan keselamatan. Jika mengalami kondisi darurat, segera sampaikan informasi kepada kami agar dapat dilakukan pertolongan secepat mungkin,” tegas Mikel.
Menurutnya, koordinasi antara seluruh unsur SAR juga menjadi kunci keberhasilan operasi tersebut.
“Operasi ini melibatkan unsur SAR gabungan. Sinergi dan koordinasi di lapangan sangat penting untuk memastikan proses pencarian maupun evakuasi berjalan dengan aman dan efektif,” katanya.
Tim SAR gabungan kemudian membawa keempat nelayan menuju Dermaga PTS Pangkal Balam dan tiba sekitar pukul 20.45 WIB.
Seluruh korban selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga yang telah menunggu di dermaga.
Keempat nelayan dipastikan selamat dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Setelah seluruh korban diserahkan kepada keluarga, Tim SAR gabungan melaksanakan debriefing sekitar pukul 21.00 WIB.
Operasi SAR kecelakaan kapal akibat mati mesin di Perairan Air Anyir kemudian secara resmi dinyatakan ditutup.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi para nelayan agar selalu memastikan kondisi mesin, perlengkapan keselamatan dan alat komunikasi sebelum melaut. Sebab ketika masalah terjadi di tengah laut, kecepatan meminta pertolongan bisa menjadi penentu keselamatan.