Jadi Penyebab Tingginya Inflasi, Pj Gubernur Imbau Masyarakat Tanam Cabai

    INTRIK.ID, PUDING BESAR – Penjabat (Pj) Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Ridwan Djamaluddin mengimbau agar masyarakat dapat aktif dan terus menanam cabai

    Hal itu dikatakannya saat menghadiri panen cabai merah milik Kelompok Tani Serdadu di Desa Puding Besar, Kabupaten Bangka, Jumat (3/2/2023).

    Apalagi, kata dia, cabai menjadi salah satu komoditi yang paling dibutuhkan oleh masyarakat, khususnya di wilayah Sumatera, sekaligus penyebab tingginya inflasi di Indonesia pada tahun 2022 lalu.

    “Bapak/Ibu para kelompok tani jangan pikir soal harga ya, soal harga nanti ditangani pemerintah. Saya mohon dengan sangat Bapak/Ibu tanam saja. Nanti soal menjaga kestabilan harga, soal pengiriman ke pasar dan lain-lain, itu biar ditangani oleh pemerintah,” katanya.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Ia mendorong masyarakat untuk lebih bersemangat dalam bertani. Hanya saja, dalam prosesnya memerlukan sentuhan teknis yang perlu menjadi perhatian seperti harus dipupuk, dan dirawat dengan baik. Selain itu, bukan tidak mungkin kondisi ini akan membuka peluang lapangan kerja bagi masyarakat yang memiliki keahlian di bidang pertanian, seraya juga berharap pihak perbankan dapat mendukung upaya pertumbuhan ekonomi di sektor pertanian ini.

    “Karena memang salah satu hal penting yang kita lakukan sekarang adalah menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat kita. Kalau kita berhasil membuka lapangan pekerjaan di sektor pertanian, maka kita akan melakukan transformasi ekonomi bagi masyarakat Bangka Belitung ini. Jadi, sekali lagi saya sangat mendorong bapak-bapak ibu-ibu juga yaitu silakan bertani,” ujarnya.

    Selain itu, disela bertani Pj Gubernur Ridwan Djamaluddin juga mendorong masyarakat untuk beternak ayam. Dikatakannya, telur ayam merupakan komoditi lain yang juga menjadi penyebab inflasi di Babel pada 2022 lalu. Ketika inflasi tinggi, setiap hari Negeri Serumpun Sebalai membeli telur dari luar sebanyak 600.000 butir.

    “Saya berharap anak-anak muda yang tinggal di Puding Besar lebih proaktif, lebih berani melakukan kegiatan-kegiatan inovatif. Saya berpikir dengan panen cabai satu hektar hasil panen kurang lebih 300 kilogram, pasti kebutuhan lebih lah dari kebutuhan masyarakat di sini. Apakah nanti mau dijadikan industri hilir sekalian mulai juga kita pikirkan, apakah cabainya nanti sebagian bisa dikeringkan, dijemur, digiling, ditumbuk, sehingga menjadi produk yang bisa dikemas dalam kemasan,” katanya. (*/red)

    Space Iklan/0853-1197-2121

     

     

    Mungkin Suka Ini juga:
    Dinamika Tambang Memanas, MUI Babel Minta Masyarakat Jangan Terprovokasi

    Dinamika Tambang Memanas, MUI Babel Minta Masyarakat Jangan Terprovokasi

    Almaster Tegaskan Bukan Anti-PT TIMAH, Kritik untuk Mengawal Tata Kelola

    Almaster Tegaskan Bukan Anti-PT TIMAH, Kritik untuk Mengawal Tata Kelola

    Pembina KMMK Babel Dorong Pemda Beri Penghargaan Tahunan bagi Penulis dan Akademisi Lokal

    Pembina KMMK Babel Dorong Pemda Beri Penghargaan Tahunan bagi Penulis dan Akademisi Lokal

    Bukan Sekadar Kendaraan Hias, Miniatur KIP Timah Garuda Curi Perhatian Warga Pangkalpinang

    Bukan Sekadar Kendaraan Hias, Miniatur KIP Timah Garuda Curi Perhatian Warga Pangkalpinang

    Lebih dari 1.000 Pelari Ramaikan QRIS Fun Run 5K BI Babel

    Lebih dari 1.000 Pelari Ramaikan QRIS Fun Run 5K BI Babel

    Explore Babel 2026 Dibuka, BI Dorong Kekayaan Babel Naik Kelas Lewat UMKM dan Ekonomi Kreatif

    Explore Babel 2026 Dibuka, BI Dorong Kekayaan Babel Naik Kelas Lewat UMKM dan Ekonomi Kreatif

      Ikuti kami di Facebook