Pembina KMMK Babel Dorong Pemda Beri Penghargaan Tahunan bagi Penulis dan Akademisi Lokal

    INTRIK.ID, BANGKA BELITUNG — Tradisi membaca dan menulis dinilai membutuhkan dukungan yang lebih konkret dari pemerintah daerah. Pembina Komunitas Membaca dan Menulis Kreatif (KMMK) Bangka Belitung sekaligus Direktur Madania Center Press, Rusydi Sulaiman, mendorong pemerintah daerah memberikan penghargaan tahunan kepada penulis produktif, pegiat literasi, akademisi, dan profesional lokal.

    Usulan tersebut disampaikan Rusydi saat memberikan arahan kepada pegiat komunitas Bace Belitung melalui WhatsApp, Sabtu (5/9/2026).

    Menurut Rusydi, penghargaan rutin dapat menjadi salah satu cara pemerintah menjaga ekosistem literasi agar tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Apresiasi juga penting untuk menunjukkan bahwa karya intelektual dan tulisan memiliki posisi dalam pembangunan daerah.

    Gagasan itu berangkat dari perjalanan gerakan literasi di Bangka Belitung yang telah melahirkan puluhan karya melalui penerbit Madania Center Press.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Salah satu karya yang dinilai monumental adalah buku Mutiara Negeri Melayu. Buku tersebut lahir melalui kolaborasi Madania Center dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada masa kepemimpinan Gubernur Erzaldi Rosman Djohan melalui Dinas Pendidikan.

    Saat itu, Pemprov Babel mengalokasikan anggaran Rp100 juta untuk pengadaan 1.000 eksemplar buku. Dukungan juga datang dari PT Timah Tbk melalui program tanggung jawab sosial perusahaan dengan membeli 350 eksemplar.

    “Buku Mutiara Negeri Melayu terbit atas dasar kepedulian pemerintah daerah saat itu bersama Madania Center. Latar belakangnya adalah masih banyaknya putra-putri terbaik Bangka Belitung yang luar biasa dan menginspirasi, namun belum banyak dikenal oleh masyarakatnya sendiri,” ujar Rusydi.

    Guru besar IAIN SAS Babel itu menjelaskan, Mutiara Negeri Melayu merekam perjalanan sejumlah tokoh lokal dari berbagai daerah di Bangka Belitung. Kisah mereka dibingkai dengan semangat from zero to hero, mulai dari kesederhanaan, kekuatan moral, hingga kecerdasan intelektual yang mengantarkan mereka memberi kontribusi di tingkat daerah, nasional, bahkan internasional.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Apresiasi Jangan Berhenti pada Seremoni

    Rusydi menilai pengalaman tersebut menunjukkan bahwa karya tulis dapat menjadi medium untuk mendokumentasikan sekaligus memperkenalkan potensi sumber daya manusia daerah.

    Karena itu, menurut dia, dukungan pemerintah tidak cukup hanya diberikan ketika sebuah program literasi digelar. Diperlukan kebijakan berkelanjutan agar penulis dan akademisi memiliki ruang untuk terus berkarya.

    “Kami merekomendasikan kepada Pemerintah Daerah, baik melalui Bupati, Wali Kota, maupun Gubernur, agar ada apresiasi tahunan pada momen Hari Ulang Tahun (HUT) daerah—seperti HUT Belitung, HUT Bangka, maupun HUT Provinsi. Apresiasi ini diperuntukkan bagi penguat literasi, penulis produktif, serta akademisi yang menghasilkan karya ilmiah dan buku,” tegasnya.

    Menurut Rusydi, penganugerahan secara berkala bukan semata-mata soal penghargaan kepada individu. Lebih jauh, kebijakan tersebut dapat menjadi pemantik bagi generasi muda untuk melihat membaca, menulis, penelitian, dan produksi pengetahuan sebagai bagian penting dari kemajuan daerah.

    Ia berharap pemerintah kabupaten, kota, hingga provinsi dapat menjadikan penghargaan terhadap karya intelektual lokal sebagai bagian dari agenda pembangunan kebudayaan dan sumber daya manusia di Bangka Belitung.

    Dengan demikian, karya para penulis dan akademisi lokal tidak hanya tersimpan di rak buku atau ruang-ruang akademik, tetapi turut menjadi bagian dari ingatan, identitas, dan pembangunan Bumi Serumpun Sebalai.(*)

    Mungkin Suka Ini juga:
    Bukan Sekadar Ganti Jabatan, UBB Perkuat SDM untuk Hadapi Dinamika Organisasi

    Bukan Sekadar Ganti Jabatan, UBB Perkuat SDM untuk Hadapi Dinamika Organisasi

    Dari Olimpiade hingga Stand Up Comedy, Gambate Jadi Ajang Unjuk Prestasi Pelajar Babel

    Dari Olimpiade hingga Stand Up Comedy, Gambate Jadi Ajang Unjuk Prestasi Pelajar Babel

    Bukan Sekadar Kendaraan Hias, Miniatur KIP Timah Garuda Curi Perhatian Warga Pangkalpinang

    Bukan Sekadar Kendaraan Hias, Miniatur KIP Timah Garuda Curi Perhatian Warga Pangkalpinang

    Lebih dari 1.000 Pelari Ramaikan QRIS Fun Run 5K BI Babel

    Lebih dari 1.000 Pelari Ramaikan QRIS Fun Run 5K BI Babel

    Explore Babel 2026 Dibuka, BI Dorong Kekayaan Babel Naik Kelas Lewat UMKM dan Ekonomi Kreatif

    Explore Babel 2026 Dibuka, BI Dorong Kekayaan Babel Naik Kelas Lewat UMKM dan Ekonomi Kreatif

    UMKM Bangka Belitung Bawa Potensi Lokal ke Panggung Nasional KKI 2026

    UMKM Bangka Belitung Bawa Potensi Lokal ke Panggung Nasional KKI 2026

      Ikuti kami di Facebook