Dinamika Tambang Memanas, MUI Babel Minta Masyarakat Jangan Terprovokasi

    Caption: Prof. Hatamar Rasyid.

    INTRIK.ID, PANGKALPINANG – Dinamika pertambangan timah di Bangka Belitung yang terus berkembang dinilai perlu disikapi dengan kepala dingin. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan memilih dialog sebagai jalan penyelesaian persoalan.

    Ketua MUI Babel, Profesor Hatamar Rasyid, mengatakan timah merupakan kekayaan alam yang memiliki posisi penting bagi masyarakat Bangka Belitung. Namun, pengelolaannya harus tetap memperhatikan kepentingan negara sekaligus kelestarian lingkungan.

    “Timah merupakan kekayaan alam yang perlu dikelola dengan baik karena menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat Bangka Belitung. Di sisi lain, pengelolaannya juga harus memperhatikan kepentingan negara dan kelestarian lingkungan,” katanya.

    Menurut Hatamar, perbedaan kepentingan dalam persoalan pertambangan merupakan hal yang perlu diselesaikan melalui komunikasi, bukan tindakan yang berpotensi memicu konflik baru.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Ia meminta masyarakat, perusahaan dan pemerintah duduk bersama untuk mencari titik temu terkait berbagai persoalan pengelolaan timah.

    “Kami dari MUI Provinsi Bangka Belitung mengajak masyarakat untuk berpikir tenang dan tidak terprovokasi dengan kepentingan-kepentingan yang ada. Segalanya itu didialogkan dengan PT TIMAH. Kita budayakan dialog dan musyawarah untuk kemaslahatan bersama,” pesannya.

    Jangan Sampai Tambang Jadi Pemicu Konflik

    Hatamar menilai komunikasi antara masyarakat, PT TIMAH, pemerintah daerah hingga pemerintah pusat perlu terus dibangun. Menurutnya, masyarakat membutuhkan penjelasan yang jelas mengenai kebijakan dan tata kelola pertambangan.

    “Jadi sebaiknya memang harus ada pembahasan antara PT TIMAH dan masyarakat. Tentu ada pembahasan yang dibawa dari pusat dan PT TIMAH itu sendiri, sehingga masyarakat dapat menerima penjelasan yang lebih jelas,” ujarnya.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Ia mengingatkan agar persoalan pertambangan tidak berkembang menjadi konflik di tengah masyarakat hanya karena minimnya komunikasi atau perbedaan pemahaman.

    Bagi MUI Babel, pengelolaan sumber daya timah harus mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, negara dan tetap menjaga keberlanjutan lingkungan.

    Kepentingan Ekonomi dan Lingkungan Harus Seimbang

    Hatamar menegaskan, pertambangan tidak semestinya hanya dilihat dari sisi ekonomi. Pengelolaan sumber daya alam juga harus mempertimbangkan dampaknya terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat dalam jangka panjang.

    Karena itu, ia mendorong seluruh pihak mengedepankan musyawarah ketika muncul persoalan.

    “Perlu duduk bersama dan membudayakan dialog serta musyawarah untuk kemaslahatan bersama, dengan tetap menjaga lingkungan,” tutupnya.(*)

    Mungkin Suka Ini juga:
    Almaster Tegaskan Bukan Anti-PT TIMAH, Kritik untuk Mengawal Tata Kelola

    Almaster Tegaskan Bukan Anti-PT TIMAH, Kritik untuk Mengawal Tata Kelola

    Pembina KMMK Babel Dorong Pemda Beri Penghargaan Tahunan bagi Penulis dan Akademisi Lokal

    Pembina KMMK Babel Dorong Pemda Beri Penghargaan Tahunan bagi Penulis dan Akademisi Lokal

    Bukan Sekadar Kendaraan Hias, Miniatur KIP Timah Garuda Curi Perhatian Warga Pangkalpinang

    Bukan Sekadar Kendaraan Hias, Miniatur KIP Timah Garuda Curi Perhatian Warga Pangkalpinang

    Lebih dari 1.000 Pelari Ramaikan QRIS Fun Run 5K BI Babel

    Lebih dari 1.000 Pelari Ramaikan QRIS Fun Run 5K BI Babel

    Explore Babel 2026 Dibuka, BI Dorong Kekayaan Babel Naik Kelas Lewat UMKM dan Ekonomi Kreatif

    Explore Babel 2026 Dibuka, BI Dorong Kekayaan Babel Naik Kelas Lewat UMKM dan Ekonomi Kreatif

    UMKM Bangka Belitung Bawa Potensi Lokal ke Panggung Nasional KKI 2026

    UMKM Bangka Belitung Bawa Potensi Lokal ke Panggung Nasional KKI 2026

      Ikuti kami di Facebook