Isu Pemotongan TPP dan Gaji Honorer Tidak Benar

    INTRIK.ID, PANGKALPINANG — Jajaran pegawai Pemerintah Kota Pangkalpinang mengikuti apel rutin yang digelar di halaman kantor Wali Kota Pangkalpinang, Senin (2/12/2024). Apel dipimpin oleh Pj Wali Kota Pangkalpinang, Budi Utama.

    Dia menyampaikan beberapa hal, salah satunya Budi menegaskan bahwa tidak ada pengurangan ataupun pemotongan TPP (Tambahan Penghasilan Pegawai) ASN maupun gaji PHL. Budi meminta agar tidak ada isu miring berkenaan dengan pemkot.

    “Dari awal tidak ada satu pejabat pun yang menghendaki untuk mengurangi atau memotong kesejahteraan para pegawai. Kami berupaya dan sekuat tenaga bersama TAPD di 2025 TPP dan gaji tetap seperti sekarang,” kata Budi.

    Dia mengatakan, isu miring terkait pemotongan ini beredar setelah adanya kabar bahwa akan dilakukan Pilkada ulang. Budi menyatakan hal tersebut tidak benar terjadi. Bahkan, dirinya sudah dipanggil oleh Pj Gubernur Kepulauan Bangka Belitung untuk bersama-sama ke pemerintah pusat berkenaan dengan Pilkada ulang.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Pak gubernur juga tidak mau adnaya pemotongan TPP dan gaji. Beliau tidak mau semasa kepemimpinannya sebagai Penjabat Gubernur ada kebijakan yang tidak populis,” ucapnya.

    Budi Utama menyebut, sebelum dilantik sebagai Penjabat Wali Kota pun, di tahun 2024 Pangkalpinang sudah mengalami defisit dan hal itu terjadi bahkan hampir di seluruh pemerintah daerah di Indonesia. Itulah pada saat menjabat, dia menggaungkan Gerbang PAD (Gerakan Bangkit Pendapatan Asli Daerah) untuk menggali potensi-potensi yang ada sehingga membantu pemerintah dalam meningkatkan pendapatan daerah. Dia meminta, jajaran pegawai pemkot untuk terus kompak dan bekerja sama dalam satu tim, terutama demi meningkatkan PAD.

    “Kalau ada ide atau gagasan yang bisa untuk kita menggali potensi PAD, misalnya parkir, tanah-tanah atau asset kita, ayo laporkan ke saya. Kita diskusi, bantu pemkot dan kerja yang kompak,” pinta Budi.

    Dia juga menyampaikan terkait perpanjangan kontrak untuk PHL. Budi meminta BKPSDMD melakukan seleksi dan tes kembali untuk memperpanjang kontrak mereka di tahun 2025. Ke depan kata Budi, PHL akan menerima kontrak kerja selama tiga bulan dan dapat dilakukan perpanjangan. Hal ini kata Budi, agar dapat melihat kompetensi dari para tenaga kontrak tersebut.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Jadi bisa dievaluasi per tiga bulan. makanya honorer harus tingkatkan kompetensinya. Saya minta dilakukan tesnya nanti dilaporkan ke saya. Penilaian mereka harus objektif dan profesionalnya, sehingga hasilnya jelas,” tutur Budi.

    Mungkin Suka Ini juga:
    Datang Saat Pasar Ramai, Prof Udin Cek Fasilitas Pasar Pagi: Pedagang dan Pembeli Harus Nyaman

    Datang Saat Pasar Ramai, Prof Udin Cek Fasilitas Pasar Pagi: Pedagang dan Pembeli Harus Nyaman

    Hadapi Krisis Air Bersih di Musim Kemarau, Pemkot Pangkalpinang dan PDAM Bor Titik Air Baru

    Hadapi Krisis Air Bersih di Musim Kemarau, Pemkot Pangkalpinang dan PDAM Bor Titik Air Baru

    BMKG Prediksi Puncak Kemarau Hingga Oktober, Pemkot Pangkalpinang Bentuk Satgas Gabungan

    BMKG Prediksi Puncak Kemarau Hingga Oktober, Pemkot Pangkalpinang Bentuk Satgas Gabungan

    Tak Ada Toleransi Bagi Pembakar Lahan, Wali Kota Pangkalpinang dan Polisi Hukum Pembakar Hutan

    Tak Ada Toleransi Bagi Pembakar Lahan, Wali Kota Pangkalpinang dan Polisi Hukum Pembakar Hutan

    43 Tahun SMPN 5 Pangkalpinang, Tantangan Melahirkan Generasi Baru di Era Teknologi

    43 Tahun SMPN 5 Pangkalpinang, Tantangan Melahirkan Generasi Baru di Era Teknologi

    Bukan Sekadar Lomba, Senam Anak Pangkalpinang Sehat Jadi Cara Tanamkan Gaya Hidup Sehat

    Bukan Sekadar Lomba, Senam Anak Pangkalpinang Sehat Jadi Cara Tanamkan Gaya Hidup Sehat

      Ikuti kami di Facebook