
Begitulah wajah asli sistem ekonomi kapitalisme. Adanya kebijakan tersebut selaras dengan ekonomi global, pasar bebas, yaitu dengan membuka keran selebar lebarnya bagi para investor untuk menanamkan modal dalam negeri. Namun kenyataanya masyarakatlah yang tidak diuntungkan. Terbukti dengan tingkat kemiskinan 25,22 juta jiwa atau 9.03%.
Ini persoalan angka 9.03% dalam standar kemiskinan. BPS menunjukkan garis kemiskinan yang digunakan adalah Rp601.871 per bulan per kapita. Maksudnya, kalau ada orang yang pengeluarannya lebih dari angka tersebut per bulannya, berarti bukan dikategori miskin, padahal kenyataanya mayoritas masyarakat indonesia tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup dengan layak. Adanya PHK, pekerjaan sulit, harga sembako mah,kesehatan malah dan pendidikan mahal.
*Islam Solusi Hakiki*
Dalam islam tindakan kriminal merupakan sesuatu yang berbahaya. Oleh karena itu hal-hal yang memunculkan terjadinya tindakan kriminal harus dihapuskan.
Islam adalah problem solving. Termasuk menyelesaikan masalah kriminal. Dalam islam ada 2 cara menyelesaikan masalah ini.
Pertama, preventif, yaitu sebelum terjadinya tindakan kriminal. Menanamkan keimanan, membentuk masyarakat islami, peran negara.
Kedua represif, yaitu setelah terjadinya tindakan kriminal. Memberikan sangsi yang tegas.
*Menanamkan keimanan*
Keimanan adalah benteng pertama bagi individu untu terhindar dari prilaku kriminal. Keimanan mengakui Allah sebagai tuhan, bila ini sudah ada pada individu. Maka apa yang diturunkan Allah, berupa Al- Qur’an sebagai kitab suci umat islam. Al-qur’an sebagai pedoman hidup, berisi tentang perintah dan larangan Allah. Tindak kriminal adalah dilarang dalam agama. Maka orang beriman ia akan menjauhi perbuatan tersebut.
Jangankan untuk melakukan kemungkaran. Melihat kemungkaranpun didalam islam diwajibkan untuk menjegahnya.
Dari Abu Said Al Khudri ra, dia berkata: “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: ‘Barang siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, hendaknya dia ubah dengan tangannya (kekuasaannya). Kalau dia tidak mampu hendaknya dia ubah dengan lisannya dan kalau dia tidak mampu hendaknya dia ingkari dengan hatinya. Dan inilah selemah-lemahnya iman.” (HR Muslim).
Maka wajib hukumnya memperkuat keimanan seorang hamba agar terhindar dari perbuatan kriminal.
*Membentuk Masyarakat Islami*
Selain menanamkan keimanan pada individu. Diperlukan masyarakat yang islami, sehingga tidak ada kemungkaran yang muncul ditengah masyarakat. Seperti kemungkaran judi dan minuman keras atau sejenisnya. Hal ini dilakukan supaya tidak menjadi pemantik munculnya tindak kriminal. Karena minuman keras atau sejenisnya dapat merusak pikiran, ketika mabuk, tidak bisa berpikir jernih. Karena khamar adalah induk kemungkarang.
“Khamar adalah induk berbagai macam kerusakan. Siapa yang meminumnya, shalatnya selama 40 hari tidaklah diterima. Jika ia mati dalamy keadaan khamar masih di perutnya, berarti ia mati seperti matinya orang Jahiliyyah.” (HR. Ath-Thabrani)
Banyak tindak kriminal terjadi berawal dari minuman keras, seperti pembunuhan, pemerkosaan dll.