
INTRIK.ID, JAKARTA — Pergerakan harga saham bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan investor sebelum mengambil keputusan investasi. Kondisi bisnis, kinerja keuangan, strategi manajemen, hingga prospek perusahaan menjadi informasi penting untuk melihat gambaran perusahaan secara lebih utuh.
Pesan tersebut mengemuka dalam rangkaian Public Expose Live 2026 dalam rangka HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada investor dan masyarakat untuk mendapatkan informasi langsung mengenai perkembangan bisnis Perusahaan Tercatat.
Melalui paparan publik, manajemen perusahaan menyampaikan perkembangan bisnis, kinerja, strategi, serta prospek usaha secara langsung kepada publik. Informasi tersebut dapat menjadi pelengkap bagi investor selain laporan keuangan dan keterbukaan informasi perusahaan.
Direktur BEI Saidu Salihin mengatakan, keterbukaan informasi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kepercayaan investor terhadap pasar modal.
“Kepercayaan merupakan fondasi penting bagi pasar modal. Kepercayaan tersebut perlu terus kita jaga melalui keterbukaan informasi yang jelas, akurat, dan konsisten. Bagi investor, informasi menjadi dasar untuk memahami perusahaan tempat mereka menanamkan modalnya,” ujar Saidu.
Menurutnya, investor perlu memahami kondisi usaha perusahaan, pertumbuhan bisnis, pengelolaan risiko, serta kesiapan manajemen menghadapi tantangan ke depan.
“Investor perlu mengetahui kondisi usaha, pertumbuhan, serta bagaimana manajemen mengelola risiko dan mempersiapkan perusahaan menghadapi masa depan,” tambahnya.
Sepanjang 2026, Public Expose Live digelar dalam dua rangkaian. Rangkaian pertama berlangsung secara virtual pada 9–11 Juni 2026 dengan melibatkan delapan Perusahaan Tercatat dalam rangka peningkatan free float.
Sementara rangkaian kedua dijadwalkan pada 7–11 September 2026 sebagai bagian dari peringatan HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia. Sebanyak 45 Perusahaan Tercatat akan mengikuti rangkaian kedua tersebut.
Pelaksanaan secara virtual membuat akses informasi menjadi lebih luas. Investor dari berbagai daerah dapat mengikuti pemaparan manajemen tanpa harus hadir secara langsung di lokasi.
Saidu berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang penyampaian informasi, tetapi juga memperkuat komunikasi antara perusahaan dan investor.
“Harapan kami, kegiatan ini dapat menghasilkan pemahaman yang lebih baik, komunikasi yang lebih terbuka, serta kepercayaan yang terus terjaga. Ketiganya merupakan fondasi penting untuk membangun pasar modal Indonesia yang berintegritas, berkelanjutan, dan berdaya saing global,” katanya.
Public Expose Live 2026 juga menjadi bagian dari implementasi 8 Rencana Aksi Akselerasi Reformasi Pasar Modal, yang antara lain diarahkan untuk memperluas akses informasi dan memperkuat pelindungan investor.
Bagi investor, mengikuti paparan publik dapat menjadi salah satu cara untuk mengenal perusahaan secara lebih dekat. Namun, informasi dalam kegiatan tersebut bukan merupakan rekomendasi untuk membeli atau menjual saham tertentu.
Investor tetap perlu melakukan analisis secara mandiri dengan mempertimbangkan profil risiko dan tujuan investasinya sebelum mengambil keputusan.
Public Expose Live 2026 dapat disaksikan secara virtual pada 7–11 September 2026 melalui kanal resmi IDX.(*)