
INTRIK.ID, BANGKA — Kasus dugaan perampokan balok timah di PT PMP, kawasan Jelitik, Sungailiat, Kabupaten Bangka, makin menghebohkan publik. Setelah sebelumnya polisi menangkap sejumlah pelaku, kini muncul dugaan keterlibatan tiga oknum anggota polisi dalam kasus pencurian dengan kekerasan tersebut.
Fakta mengejutkan itu diungkap Polres Bangka saat konferensi pers di Mapolres Bangka, Kamis (21/5/2026).
Kapolres Bangka, AKBP Deddy Dwitiya Putra mengatakan, ketiga anggota polisi tersebut diduga berperan mengawal mobil pengangkut timah hasil kejahatan keluar dari wilayah Bangka.
“Setelah kita selidiki dan lakukan pemeriksaan, memang ada dugaan keterlibatan beberapa anggota. Perannya mengawal mobil yang membawa barang keluar dari wilayah Bangka,” ungkap AKBP Deddy.
Namun, Kapolres menegaskan ketiga oknum tersebut tidak berada di lokasi saat aksi perampokan berlangsung.
“Mereka tidak ada di TKP. Setelah barang diambil, baru diduga ikut mengawal,” jelasnya.
Tak hanya itu, polisi juga mengungkap keterlibatan mantan anggota Polri berinisial TR yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO).
Menurut Kapolres, TR diduga menjadi sosok penting di balik pelarian hasil curian. Ia disebut berperan sebagai sopir sekaligus penunjuk jalan bagi para pelaku.
“TR ini mantan anggota Polri yang sudah dipecat dan saat ini masih dalam pencarian,” katanya.
Polisi juga mendalami dugaan adanya aliran uang kepada oknum yang terlibat dalam pengawalan timah curian tersebut.
“Ada indikasi menerima imbalan, namun masih kami dalami jumlahnya,” ujar Deddy.
Dalam pengembangan kasus, aparat berhasil mengamankan uang tunai yang diduga berasal dari hasil penjualan timah curian dengan total mencapai Rp1,063 miliar.
Jumlah itu bertambah dari temuan awal sebesar Rp768 juta.
“Update terakhir total uang yang diamankan menjadi Rp1 miliar 63 juta,” ungkapnya.
Selain memburu pelaku lain yang diduga terlibat, penyidik kini juga mendalami kemungkinan adanya penadah dalam kasus tersebut.
Penanganan terhadap oknum anggota polisi yang diduga terlibat akan dilakukan bersama Bidang Propam Polda Bangka Belitung.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Propam Polda dan penanganannya akan didalami lebih lanjut,” tegas Kapolres.
Kasus ini sendiri menjadi perhatian publik lantaran melibatkan dugaan pencurian balok timah dalam jumlah besar disertai aksi penyekapan terhadap penjaga malam di lokasi perusahaan. (*)