
INTRIK.ID, BELITUNG TIMUR — Bagi Egi Ariski, kepastian tata niaga timah jauh lebih penting daripada sekadar persoalan harga. Ia hanya ingin bisa kembali bekerja tanpa dihantui keresahan dan ketidakpastian.
Pemuda asal Desa Gantung, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur, yang sehari-hari berprofesi sebagai penambang timah itu berharap pemerintah dan PT Timah menjaga tata niaga yang kini mulai kembali berjalan.
Harapan tersebut muncul setelah kondisi di lapangan mulai kondusif pascaaksi para penambang pada 7 Agustus lalu. Egi berharap situasi itu menjadi momentum untuk membangun tata niaga timah yang jelas dan konsisten.
“Kami berharap pemerintah benar-benar memperhatikan nasib para penambang. Jangan sampai kesusahan dan keresahan seperti yang terjadi beberapa waktu lalu kembali terulang. Kami ingin bisa bekerja dengan tenang dan mencari nafkah untuk keluarga,” ujar Egi pada akhir pekan lalu.
Menurut Egi, persoalan tata niaga bukan hanya menyangkut aktivitas pertambangan. Bagi banyak penambang, keberlangsungannya berkaitan langsung dengan dapur keluarga.