Algafry Buka Diklat Inklusi Guru PAUD

    INTRIK.ID, BANGKA TENGAH-Dinas Pendidikan Bangka Tengah berikan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Inklusi Guru PAUD untuk mengajar anak berkebutuhan khusus (ABK) yang ada di sekolah reguler.

    Kegiatan tersebut dilaksanakan Aula Diklat BKPSDMD Bateng pada Senin (10/11/2025) dan akan berlangsung selama 2 hari, yakni 10-11 November 2025.

    Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman mengatakan, diklat inklusi ini merupakan inisiasi Dinas Pendidikan, terutama Kabid PAUD, untuk mengajak perwakilan Guru PAUD se-Bangka Tengah mengikuti pelatihan pendidikan inklusi.

    “Seyogyanya ada sekolah yang khusus memberikan pendidikan inklusi ini, tapi kita punya keterbatasan, maka sekolah umum kita usahakan bisa menjadi tempat bagi anak berkebutuhan khusus untuk bisa bersekolah,” ujarnya.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Bupati mengungkapkan, menurut data Dinas Pendidikan, kurang lebih ada sekitar 400 anak yang masuk dalam kategori berkebutuhan khusus dan tidak mungkin di sekolahkan di Sekolah Luar Biasa (SLB).

    “400 anak ini tidak mungkin semuanya kita masukan ke SLB, maka kita usahakan bisa masuk sekolah umum, kita siapkan guru-guru yang bisa memahami pendidikan inklusi ini, tidak hanya di tingkat SD dan SMP, tetapi juga di tingkat PAUD,” ungkapnya.

    Melalui diklat inklusi ini, Algafry turut mengajak para peserta untuk bisa meneruskan pengetahuan yang didapat untuk dibagikan kepada tenaga pendidik lainnya.

    “Alhamdulillah, kita sudah memiliki beberapa guru yang memang sudah mendapatkan pelatihan inklusi ini, bahkan kita sudah membagikan pengetahuan ini pada lainnya. Mudah-mudahan, ke depannya bisa kita terapkan lagi, bahwa semua anak memiliki hak yang sama,” tukasnya.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Bangka Tengah, Pangihutan Sihombing mengatakan diklat inklusi kali ini diikuti 45 guru PAUD yang mewakili beberapa lembaga.

    “Kita tidak bisa memungkiri ada banyak anak berkebutuhan khusus tersebar di Bangka Tengah, sehingga kita mencoba memberikan peningkatan kompetensi guru PAUD ini, agar jika mereka menemukan anak berkebutuhan khusus, dapat ditangani dengan baik,” pungkasnya.

    Mungkin Suka Ini juga:
    26 Anak Muda Digembleng Jadi Barista, Bangka Tengah Bidik Lahirnya Pengusaha Kopi Baru

    26 Anak Muda Digembleng Jadi Barista, Bangka Tengah Bidik Lahirnya Pengusaha Kopi Baru

    Rapat Pertanggungjawaban APBD 2025 Hanya Dihadiri 18 Anggota DPRD Bangka Tengah

    Rapat Pertanggungjawaban APBD 2025 Hanya Dihadiri 18 Anggota DPRD Bangka Tengah

    Ironi Hari Anak Nasional, Bocah 6 Tahun di Sungaiselan Ditemukan Kurang Gizi dan Tinggal di Rumah Tanpa Listrik

    Ironi Hari Anak Nasional, Bocah 6 Tahun di Sungaiselan Ditemukan Kurang Gizi dan Tinggal di Rumah Tanpa Listrik

    Jalan Kulur-Lubuk Besar Gelap Gulita, Warga Keluhkan Kecelakaan Kerap Terjadi

    Jalan Kulur-Lubuk Besar Gelap Gulita, Warga Keluhkan Kecelakaan Kerap Terjadi

    Satu Orangtua Asuh Dampingi Satu Keluarga, Wabup Bangka Tengah Dorong Gerakan Bersama Cegah Stunting

    Satu Orangtua Asuh Dampingi Satu Keluarga, Wabup Bangka Tengah Dorong Gerakan Bersama Cegah Stunting

    Empat Hari Digelar, Lubuk Expo Vol. 2 Diharapkan Jadi Motor Penggerak UMKM

    Empat Hari Digelar, Lubuk Expo Vol. 2 Diharapkan Jadi Motor Penggerak UMKM