
INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Hamparan sawah di Desa Namang tak lama lagi akan memiliki wajah baru. Sebanyak 40 pondok UMKM bantuan program Corporate Social Responsibility (CSR) PLN akan dibangun di kawasan Sawah Namang sebagai ruang usaha baru bagi pelaku UMKM lokal.
Program yang digadang-gadang menjadi penggerak ekonomi desa ini tidak hanya menghadirkan bangunan fisik, tetapi juga dilengkapi dengan 40 unit kWh listrik dan 40 unit kompor listrik untuk menunjang aktivitas para pelaku usaha.
Kepala Desa Namang, Zaiwan, mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli yang bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Alhamdulillah, Desa Namang mendapatkan bantuan pembangunan 40 pondok UMKM di kawasan Sawah Namang lengkap dengan fasilitas pendukungnya. Ini menjadi peluang besar bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha,” kata Zaiwan, Rabu (10/6/2026).
Menurutnya, keberadaan pondok-pondok UMKM tersebut nantinya akan menjadi pusat aktivitas ekonomi baru yang mampu menarik pengunjung sekaligus membuka ruang pemasaran produk-produk lokal.
Yang menarik, program ini tidak dikelola langsung oleh pemerintah desa, melainkan melalui kerja sama antara PLN dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Namang.
“Kerja sama ini langsung dengan BUMDes. Jadi pengelolaannya memang diarahkan untuk memperkuat usaha desa, meningkatkan ekonomi masyarakat, sekaligus menjadi sumber Pendapatan Asli Desa (PADes),” ujarnya.
Saat ini proses pembangunan tengah dipersiapkan dan ditargetkan selesai pada akhir Juni 2026. Jika sesuai jadwal, kawasan UMKM baru tersebut akan diresmikan langsung oleh pihak PLN bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bangka Tengah.
Bagi Desa Namang yang selama ini dikenal dengan wisata sawah dan potensi pertanian, kehadiran 40 pondok UMKM itu diharapkan menjadi nilai tambah yang mampu memperpanjang aktivitas ekonomi masyarakat, dari sekadar menjual hasil pertanian menjadi pusat perdagangan dan kuliner berbasis potensi lokal.
“Harapannya kawasan ini nanti benar-benar hidup, menjadi tempat masyarakat berusaha, menarik wisatawan, dan memberi manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi warga Desa Namang,” pungkas Zaiwan.