Ups! Film Dirty Vote Hilang di YouTube

    Film Dirty Vote (YouTube: Zainal Arifin Mochtar)

    INTRIK.ID – Di tengah menjadi bahan pembicaraan banyak pihak, film Dirty Vote dikabarkan hilang dari YouTube.

    Tidak sedikit netizen yang mengeluh terkait film dokumenter Dirty Vote karya Dandhy Dwi Laksono tersebut yang sulit dicari di YouTube.

    “Nyari di YouTube film Dirty Vote nggak ketemu,” keluh Ridwan Hanif di media X.

    Film dokumenter berisi pembahasan terkait ulasan 3 pakar hukum tata negara terkait kecurangan pemilu tersebut telah ditonton sebanyak 6,6 juta kali lebih di YouTube.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Saat ini jika dilakukan pencarian dengan kata kunci Dirty Vote, yang muncul hanya video nonton bareng dan pemberitaan dari akun resmi media
    Arustama.

    Diketahui, dalam film Dirty Vote tersebut menampilkan 3 pakar hukum tata negara seperti Zainal Arifin Mochtar, Bivitri Susanti, dan Feri Amsar.

    Film Dirty Vote digarap selama kurang lebih 2 pekan melalui berbagai proses seperti riset, produksi, penyuntingan, hingga rilis yang melibatkan 20 lembaga.

    Space Iklan/0853-1197-2121
    Mungkin Suka Ini juga:
    Praktik Curang Administrasi Ekspor Balok Timah, Berpotensi Merugikan Negara

    Praktik Curang Administrasi Ekspor Balok Timah, Berpotensi Merugikan Negara

    APDESI Bangka Tengah Sebut Alasan PKS Tekan Harga Sawit karena Pasar Global Hoaks, Minta Pemerintah Bertindak Tegas

    APDESI Bangka Tengah Sebut Alasan PKS Tekan Harga Sawit karena Pasar Global Hoaks, Minta Pemerintah Bertindak Tegas

    3.169 Satwa Dilepasliarkan, Bukti Komitmen Lingkungan PT Timah

    3.169 Satwa Dilepasliarkan, Bukti Komitmen Lingkungan PT Timah

    Kejagung Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana, Dugaan Korupsi MBG Diusut

    Kejagung Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana, Dugaan Korupsi MBG Diusut

    2.500 Pelajar di Desa Perlang Belum Nikmati MBG, APDESI Minta BGN Dievaluasi

    2.500 Pelajar di Desa Perlang Belum Nikmati MBG, APDESI Minta BGN Dievaluasi

    Pancasila Jadi Kompas Kerja, PT Timah Gelar Upacara Serentak di Berbagai Daerah

    Pancasila Jadi Kompas Kerja, PT Timah Gelar Upacara Serentak di Berbagai Daerah