
INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Fakta baru ditemukan dalam kasus Kerusakan Lingkungan Akibat Kegiatan Pertambangan (Mineral,Batu Bara), Minyak dan Gas Bumi yang dilakukan Wandi alias Acing dan 5 anak buahnya di komplek perkantoran Pemda Bangka Tengah.
Dalam sidang pembuktian lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Koba, Senin (20/4/2026). Hasil timah yang ditambang setelah SPK (Surat Perintah Kerja) dari PT Timah habis dijual ke kolektor yang ada di Bangka Tengah.
Hal itu diungkapkan terdakwa sekaligus saksi dan pengurus lapangan, Frans saat ditanya oleh pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persidangan.
“Kami memang diperintahkan jangan jual ke PT Timah saat sudah habis SPKnya habis. Jadi kami jual ke kolektor sehari bisa ratusan kilo,” terang Frans.
Ia juga mengaku jika duaexcavator itu bukan milik Acing tetapi sewa dari orang dalam keadaan hidup dan bisa digunakan.