
INTRIK.ID, PANGKALPINANG – Peredaran narkoba di wilayah pedesaan Bangka Tengah disebut semakin mengkhawatirkan. Bahkan, barang haram tersebut kini dapat diperoleh dengan harga yang relatif murah, mulai dari Rp50 ribu per paket, sehingga dinilai semakin mudah menjangkau kalangan remaja dan masyarakat berpenghasilan rendah.
Kondisi tersebut mengemuka dalam penandatanganan kerja sama antara Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Pangkalpinang dan Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) DPC Bangka Tengah yang berlangsung di Pangkalpinang, Rabu (10/6/2026).
Ketua APDESI DPC Bangka Tengah, Yani Basaroni atau yang akrab disapa Roni, mengaku prihatin dengan situasi yang terjadi di sejumlah desa. Menurutnya, penyebaran narkoba kini tidak lagi hanya terjadi di perkotaan, tetapi sudah masuk hingga ke lingkungan masyarakat desa.
“Harga narkoba sekarang sangat murah. Ada yang menjual paket hemat sekitar Rp50 ribu. Ini yang membuat kami khawatir karena semakin mudah dijangkau anak-anak muda,” kata Roni.