Paket Narkoba Rp50 Ribu Marak di Desa, APDESI dan BNN Sepakat Perkuat Perlawanan dari Akar Rumput

    INTRIK.ID, PANGKALPINANG – Peredaran narkoba di wilayah pedesaan Bangka Tengah disebut semakin mengkhawatirkan. Bahkan, barang haram tersebut kini dapat diperoleh dengan harga yang relatif murah, mulai dari Rp50 ribu per paket, sehingga dinilai semakin mudah menjangkau kalangan remaja dan masyarakat berpenghasilan rendah.

    Kondisi tersebut mengemuka dalam penandatanganan kerja sama antara Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Pangkalpinang dan Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) DPC Bangka Tengah yang berlangsung di Pangkalpinang, Rabu (10/6/2026).

    Ketua APDESI DPC Bangka Tengah, Yani Basaroni atau yang akrab disapa Roni, mengaku prihatin dengan situasi yang terjadi di sejumlah desa. Menurutnya, penyebaran narkoba kini tidak lagi hanya terjadi di perkotaan, tetapi sudah masuk hingga ke lingkungan masyarakat desa.

    “Harga narkoba sekarang sangat murah. Ada yang menjual paket hemat sekitar Rp50 ribu. Ini yang membuat kami khawatir karena semakin mudah dijangkau anak-anak muda,” kata Roni.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Ia bahkan mengungkapkan bahwa dampak narkoba telah dirasakan langsung oleh masyarakat desa. Beberapa kasus yang terjadi berujung pada kerusakan kehidupan sosial hingga menyebabkan korban jiwa.

    “Bahkan ada warga kami yang meninggal dunia karena narkoba. Ini bukan lagi ancaman biasa, tetapi sudah menjadi persoalan serius yang harus dilawan bersama,” tegasnya.

    Sementara itu, Kepala BNN Kota Pangkalpinang, Kombes Pol M. Nizar, menyebut desa harus menjadi benteng utama dalam upaya pencegahan narkoba. Berdasarkan data penanganan kasus yang dimiliki BNN, Bangka Tengah menjadi salah satu wilayah yang perlu mendapatkan perhatian khusus.

    “Sekarang narkoba sudah terlalu merajalela, bahkan sampai ke tingkat anak-anak. Karena itu pencegahan harus dimulai dari desa. Kepala desa, perangkat desa, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen harus bergerak bersama,” ujarnya.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Menurut Nizar, kerja sama dengan APDESI bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi langkah konkret untuk memperkuat edukasi, pengawasan, dan deteksi dini terhadap potensi penyalahgunaan narkoba di masyarakat.

    Melalui kolaborasi ini, BNN dan APDESI akan meningkatkan sosialisasi bahaya narkoba, membangun kesadaran masyarakat, serta memperkuat peran pemerintah desa dalam mencegah peredaran narkotika hingga ke tingkat keluarga.

    “Kalau desa kuat, maka ruang gerak peredaran narkoba akan semakin sempit. Ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” katanya.

    Kerja sama tersebut diharapkan menjadi awal penguatan gerakan antinarkoba berbasis desa, terutama di Bangka Tengah yang saat ini menjadi salah satu fokus perhatian dalam upaya pemberantasan narkotika di wilayah Bangka Belitung.

    Mungkin Suka Ini juga:
    Narkoba di Lingkungan Tambang Jadi Sorotan, PT Timah Perkuat Pencegahan

    Narkoba di Lingkungan Tambang Jadi Sorotan, PT Timah Perkuat Pencegahan

    Kuasa Hukum Pemkab Babar Klaim Menang, Bung Dodoy: Putusan NO Bukan Kemenangan Pokok Perkara

    Kuasa Hukum Pemkab Babar Klaim Menang, Bung Dodoy: Putusan NO Bukan Kemenangan Pokok Perkara

    Digiring Ke Mobil Tahanan Andi Kusuma Teriak : Saya Dikriminalisasi, Kembalikan Uang Saya

    Digiring Ke Mobil Tahanan Andi Kusuma Teriak : Saya Dikriminalisasi, Kembalikan Uang Saya

    DPC HNSI Bangka Minta Kejari Usut, Kasus Penyelewengan BBM Bersubsidi Nelayan Hingga Penampungnya

    DPC HNSI Bangka Minta Kejari Usut, Kasus Penyelewengan BBM Bersubsidi Nelayan Hingga Penampungnya

    Kejari Bangka Tengah Lepas 2 Lot Barang Rampasan, Nilainya Melonjak Rp66,9 Juta

    Kejari Bangka Tengah Lepas 2 Lot Barang Rampasan, Nilainya Melonjak Rp66,9 Juta

    Kejari Bangka Tengah Musnahkan 334,265 Gram Sabu dan 134,5 Butir Ekstasi dari 111 Perkara

    Kejari Bangka Tengah Musnahkan 334,265 Gram Sabu dan 134,5 Butir Ekstasi dari 111 Perkara

      Ikuti kami di Facebook