Tim Turunkan Perahu Karet untuk Evakuasi Pelajar

    Caption: Pelajar saat dievakuasi menggunakan perahu karet saat banjir di Lubuk Besar.

    INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Sejumlah anak sekolah harus menaiki perahu karet untuk pulang melalui jalan raya Lubuk Besar, Jumat (9/1/2026).

    Derasnya air yang meluap hingga ke jalan membuat tim BPBD harus menggunakan tali untuk menyebrangi warga.

    “Jadi karena air terlalu tinggi dan juga arus deras serta sulit dilewati anak-anak akhirnya kami menurunkan perahu karet untuk anak-anak sekolah menyebrang pulang dari sekolah, ” jelas Yudhi Sahara Kepala BPBD Bangka Tengah.

    Ia melanjutkan, beberapa anak juga terlihat asik bermain banjir, namun segera dicegah tim Gabungan BPBD karena berbahaya.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Orangtua juga harus waspada, jangan biarkan anak-anak main banjir, ini bisa berbahaya, ” tegasnya.

    Ia melaporkan, untuk wilayah Kecamatan Lubuk Besar masih belum ada tanda-tanda air akan surut lantaran hujan dan air laut yang pasang sehingga banjir masih belum bisa teratasi.

    “Kalau lingkar Lubuk Besar air masih tinggi karena curah hujan dan air pasang. Jadi kami masih membantu warga terdampak jika memerlukan evakuasi, ” jelasnya.

    Pria kelahiran Palembang itu juga mengungkapkan, selain Lubuk, Perlang, Koba, Nibung dan beberapa daerah di kecamatan lainnya juga terkena dampak banjir.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Jembatan nibung juga terdampak namun untungnya jembatan sudah tinggi. Terus di Desa Perlang, ada juga di beberapa daerah kecamatan lainnya. Jadi kami masih menyisir, ” ungkapnya.

    Ia menghimbau agar warga selalu berhati-hati di cuaca ekstrem dan selalu waspada mengingat bencana bisa menimpa siapa saja.

    “Selalu hati-hati, waspada dan segera laporkan jika melihat potensi-poten bencana ke BPBD Bangka Tengah, ” tukasnya.

    Mungkin Suka Ini juga:
    Anak Buruh, Nelayan, dan Petani di Bangka Tengah Bakal Sekolah Gratis Sampai Lulus, Koba dan Namang Dipilih Jadi Lokasi

    Anak Buruh, Nelayan, dan Petani di Bangka Tengah Bakal Sekolah Gratis Sampai Lulus, Koba dan Namang Dipilih Jadi Lokasi

    Antrean Pertalite Mengular di Koba, Warga Mulai Tinggalkan Pertamax

    Antrean Pertalite Mengular di Koba, Warga Mulai Tinggalkan Pertamax

    Dituding Bobolkan Tong Timah, Cepot :  Maklum Pemain Baru Bisnis Timah, Belum Paham Penyusutan Kadar Air

    Dituding Bobolkan Tong Timah, Cepot : Maklum Pemain Baru Bisnis Timah, Belum Paham Penyusutan Kadar Air

    Aklamasi, Andrian Samallo Warnai Kebangkitan PWI Bangka Tengah

    Aklamasi, Andrian Samallo Warnai Kebangkitan PWI Bangka Tengah

    Terdampar 8 Jam di Tengah Laut, Tiga ABK KM Sebanyak Selamat Dievakuasi Tim SAR

    Terdampar 8 Jam di Tengah Laut, Tiga ABK KM Sebanyak Selamat Dievakuasi Tim SAR

    Mesin Mati 21 Mil dari Daratan, Tiga Penumpang KM Sebanyak Terombang-Ambing di Laut Bebuar

    Mesin Mati 21 Mil dari Daratan, Tiga Penumpang KM Sebanyak Terombang-Ambing di Laut Bebuar