Rusaknya Lingkungan Akibat Tambang Timah

    Foto: Pertambangan timah. (Ist)

    Maliza Faradiba

    Jurusan Akuntansi

    Universitas Bangka Belitung

    Indonesia merupakan negeri yang kaya akan sumber daya alam yaitu timah yang memiliki nama kimia Selenium (Sn). Dalam kehidupan kita sehari-hari timah biasa digunakan sebagai kombinasi atau campuran untuk logam lainnya, karena timah merupakan bahan kimia yang tahan terhadap karat. Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Indonesia memiliki cadangan timah terbesar kedua setelah China. Total cadangan timah tanah air mencapai 800.000 ton atau 17 persen dari total cadangan dunia sebesar 4,74 juta ton.

    Mengutip detikX.com pada 27 April 2021, bukan rahasia lagi bahwa Kepulauan Bangka Belitung merupakan pulau dengan cadangan timah terbesar di tanah air. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan daerah yang potensial di bidang pertambangan karena terdapat kandungan logam timah yang menguasai 90 persen dari total produksi timah di Indonesia. Selain Bangka Belitung, daerah yang memiliki hasil tambang timah adalah Kepulauan Riau, Bangkinang, Dabo, dan Kalimantan Barat.

    Kegiatan penambangan timah di Indonesia berlangsung sejak abad 17 (Sujitno, 1996) dan pulau penghasil timah terbesar di Indonesia yaitu Pulau Bangka yang pertambangannya dimulai sejak tahun 1711. Sementara itu penambangan timah di Pulau Bangka dan Belitung dilakukan oleh PT. Kobatin yang memulai eksploitasi pada tahun 1973 dilanjutkan oleh PT. Timah (Persero) Tbk. Sejarah panjang usaha pertambangan timah ini sudah berlangsung lebih dari 200 tahun lalu yang diwarisi PT. Timah (Persero) Tbk.

    Tidak mengherankan keberadaan timah di Bangka Belitung merupakan karunia bagi masyarakat didaerah tersebut dalam sisi ekonomi yang memberikan kesempatan untuk memperoleh penghidupan sehari-hari dari kegiatan penambangan timah ini. Namun pada sisi lain kegiatan penambangan timah yang tidak dikelola dengan baik telah memberikan dampak besar untuk masyarakat dalam aspek kesehatan dan lingkungan alam. Faktanya, penambangan timah tak hanya terjadi di daratan dan laut saja tetapi kawasan hutan dan pesisir pantai juga mengalami kerusakan lingkungan serta ekosistem di Bangka Belitung.

    Pages: 1 2 3
      Ikuti kami di Facebook