Polemik Pencemaran Limbah Cair Pengolahan Kelapa Sawit Ke Sungai, Ridwan: DPD HNSI Babel Siapkan Langkah Hukum

    Caption: Ketua DPD HNSI Provinsi Bangka Belitung, Ridwan

    BANGKA BELITUNG. INTRIK.ID – Menyikapi keresahan warga dan nelayan sekitar Desa Perlang terkait dugaan limbah cair pabrik kelapa sawit milik PT Perlang Sawitindo Mas ( PT. PSM ) ke aliran sungai serta lahan warga setempat. Ketua DPD HNSI Provinsi Bangka Belitung Ridwan meminta agar nelayan melaporkan secara resmi ke tim advokat DPD HNSI Provinsi Bangka Belitung.

    Menurut Ridwan jika benar peristiwa tersebut terjadi secara aturan hukumnya sangat berat. Untuk itu kalau memang benar limbah sawit berdampak pada wilayah tangkap nelayan DPD HNSI Provinsi Bangka Belitung siap memberikan pendampingan dan langkah hukum.

    “Kita berharap nelayan setempat bisa melaporkan peristiwa pencemaran sungai oleh limbah cair kelapa sawit tersebut yang disinyalir berasal dari sebuah Perusahaan ke DPD HNSI Provinsi Babel. Kami dengan tim advokat DPD HNSI Babel akan melakukan langkah-langkah hukum berdasarkan aturan yang ada, mengingat hukumannya sangat berat, kondisi ini tidak bisa dibiarkan, pihak perusahaan harus bertanggung jawab,” kata Ridwan ( 6/4/2026) di Sungailiat.

    Dirinya menjelaskan berdasarkan aturan lingkungan hidup jika terbukti melakukan pencemaran lingkungan, baik perorangan maupun korporasi bisa tekena sangsi administrasi dan pidana.

    “Hukum pembuangan limbah pabrik sawit di Indonesia sangat berat, mencakup penjara hingga 15 tahun dan denda hingga Rp15 miliar, berdasarkan Undang-undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UU PPLH) No. 32 Tahun 2009. Pelaku, baik individu maupun korporasi, dapat dijerat pidana dan sanksi administratif (seperti pembekuan izin) akibat pencemaran lingkungan,” jelas Ridwan.

    Pages: 1 2 3
      Ikuti kami di Facebook