
INTRIK.ID, BABEL – Setelah lima hari menyisir hutan lebat dan alur sungai di wilayah Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, tim SAR gabungan akhirnya menghentikan pencarian terhadap Kamaludin (60), warga Desa Tugang yang dilaporkan hilang sejak Kamis (4/6/2026).
Keputusan berat itu diambil pada Senin (8/6/2026) setelah seluruh metode pencarian yang memungkinkan telah dilakukan, namun belum membuahkan hasil.
Selama lima hari operasi berlangsung, puluhan personel gabungan dari berbagai instansi berjibaku menembus medan yang tidak mudah. Area hutan seluas 23 kilometer persegi disisir menggunakan metode Explore Search and Rescue (ESAR), sementara jalur sungai sepanjang 30 kilometer persegi dipantau menggunakan rubber boat dan perahu nelayan.
Meski cakupan pencarian terus diperluas dari hari ke hari, keberadaan Kamaludin masih menjadi tanda tanya.
“Kami telah mengerahkan seluruh kemampuan dan sumber daya yang tersedia. Berbagai metode pencarian sudah dilakukan secara maksimal, namun hingga hari terakhir hasilnya masih nihil,” ujar perwakilan Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang.
Operasi pencarian ini melibatkan personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, USS Mentok, BPBD Bangka Barat, TNI, Polri, perangkat desa, hingga masyarakat setempat yang secara sukarela ikut membantu proses pencarian.
Bagi keluarga, penghentian operasi SAR tentu menjadi kabar yang tidak mudah diterima. Namun keputusan tersebut diambil berdasarkan evaluasi bersama seluruh unsur yang terlibat serta setelah berkoordinasi dengan pihak keluarga korban.
Meski operasi resmi ditutup, harapan belum sepenuhnya berakhir. Basarnas memastikan tetap membuka kemungkinan untuk melanjutkan pencarian apabila di kemudian hari muncul informasi baru yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Apabila ada petunjuk atau informasi valid mengenai keberadaan korban, operasi SAR dapat dibuka kembali sesuai prosedur yang berlaku,” jelasnya.
Basarnas juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR gabungan dan masyarakat yang telah terlibat dalam pencarian selama lima hari terakhir.
Hingga operasi ditutup, hilangnya Kamaludin masih menyisakan misteri di tengah kawasan hutan dan sungai yang telah berulang kali disisir oleh tim pencari.