
INTRIK.ID, PANGKALPINANG – Kebutuhan darah di Pangkalpinang mencapai 50 kantong per hari. Hal itu diungkapkan Asisten I Setda Kota Pangkalpinang, Agustu Afendi saat membuka kegiatan Bulan Dana PMI Pangkalpinang, Rabu (22/4/2026).
Ia menegaskan peran strategis PMI sebagai organisasi sosial kemasyarakatan dimana Pangkalpinang menjadi pusatnya.
“PMI ini luar biasa. Ketika terjadi kecelakaan atau sakit yang butuh darah, PMI adalah organisasi pertama yang dicari warga di manapun berada,” ujarnya.
Ia menyebut kebutuhan darah di Kota Pangkalpinang sangat tinggi. Berdasarkan laporan Sekretaris PMI Pangkalpinang, rata-rata kebutuhan mencapai 50 kantong per hari.
“Ini luar biasa. PMI memegang peran sangat strategis. Kalau ada kejadian luar biasa terkait kebutuhan darah atau rujukan dari kabupaten di luar Pangkalpinang selalu ke rumah sakit di kota ini. Mulai dari RSUD Provinsi, RS Bakti Timah, RS Depati Hamzah, sampai RS Primaya. Dan rujukannya tetap ke PMI Kota Pangkalpinang,” jelas Agustu.
Soal pendanaan, PMI Kota Pangkalpinang tahun ini mendapat hibah dari Pemkot sebesar Rp200 juta yang masih dalam proses verifikasi.
Agustu meminta ke depan PMI lebih banyak berkolaborasi, baik dengan BUMN lewat dana CSR maupun dengan pihak swasta. Ia juga mengajak seluruh kepala sekolah SD hingga SMA yang hadir untuk ikut menggerakkan donor darah.
“Mari kita kedepankan semangat sosial. Sama-sama menyumbangkan darah,” ajaknya.
Ketua PMI Babel Abdul Fatah menambahkan, Bulan Dana PMI punya landasan hukum kuat. Mulai dari UUD 1945 Pasal 33, UU Penanaman Modal, hingga aturan tanggung jawab sosial perusahaan.
“Pemerintah tidak selalu eksekusi langsung. BUMN dan swasta punya kewajiban sosial. Di situlah PMI hadir sebagai mitra,” kata Abdul Fatah.