PAD Tertinggi di Babel, Wali Kota Pangkalpinang Pastikan Tak Naikkan PBB dan Retribusi

    Caption: Prof Saparudin (Prof Udin).

    INTRIK.ID, PANGKALPINANG – Di tengah tekanan fiskal akibat berkurangnya dana transfer pusat, Pemerintah Kota Pangkalpinang tetap memilih meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi potensi yang ada tanpa menaikkan tarif pajak maupun retribusi.

    Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, mengatakan strategi peningkatan PAD difokuskan pada perbaikan tata kelola dan optimalisasi sumber-sumber pendapatan yang selama ini belum tergarap maksimal.

    “Kami tidak menaikkan PBB, tidak menaikkan retribusi parkir, dan tidak menaikkan retribusi sampah. Yang kita lakukan adalah mengoptimalkan potensi yang ada,” tegasnya.

    Berdasarkan hasil asistensi fiskal, Kota Pangkalpinang mencatat rasio kemandirian fiskal sebesar 31,1 persen dengan PAD mencapai Rp250,7 miliar, tertinggi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Saparudin menjelaskan salah satu sektor yang terus menunjukkan peningkatan adalah Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

    “BLUD kita dari rumah sakit dan puskesmas sekarang bisa mencapai lebih dari Rp60 miliar. Ini menjadi salah satu sumber pendapatan yang cukup potensial,” ujarnya.

    Ia juga menyoroti sektor persampahan yang masih memerlukan pembenahan.

    Saat ini pendapatan retribusi sampah baru sekitar Rp4,5 miliar per tahun, sementara biaya operasional mencapai Rp16 miliar.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Kalau sistemnya bisa dioptimalkan, sebenarnya bisa lebih mendekati titik keseimbangan. Kami ingin memperbaiki pengelolaannya terlebih dahulu, bukan langsung menaikkan tarif,” katanya.

    Saparudin menegaskan, peningkatan PAD harus dilakukan dengan cara yang tidak membebani masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih membutuhkan dukungan pemerintah daerah.

    “Kami ingin PAD meningkat, tetapi masyarakat juga tetap terlindungi. Karena itu fokus kami adalah optimalisasi, bukan menaikkan tarif,” pungkasnya.

    Mungkin Suka Ini juga:
    Dana Transfer Pusat Rp200 Miliar Hilang, Wali Kota Pangkalpinang Akui APBD 2026 Alami Guncangan

    Dana Transfer Pusat Rp200 Miliar Hilang, Wali Kota Pangkalpinang Akui APBD 2026 Alami Guncangan

    Survei Kampung Nelayan Merah Putih Segera Dilakukan, Pemkot Pangkalpinang Data Warga Terdampak

    Survei Kampung Nelayan Merah Putih Segera Dilakukan, Pemkot Pangkalpinang Data Warga Terdampak

    Pangkalpinang Dinilai Belum Patuh Belanja Infrastruktur, Wali Kota: Kami Akan Penuhi Secara Bertahap

    Pangkalpinang Dinilai Belum Patuh Belanja Infrastruktur, Wali Kota: Kami Akan Penuhi Secara Bertahap

    Belanja Pegawai Pangkalpinang Capai 48,2 Persen, Saparudin Usulkan Skema Baru untuk PPPK

    Belanja Pegawai Pangkalpinang Capai 48,2 Persen, Saparudin Usulkan Skema Baru untuk PPPK

    Festival Pasir Padi VII Angkat Tradisi Peh Cun Sebagai Ikon Utama, Dispar Pangkalpinang Targetkan 3.000 Pengunjung

    Festival Pasir Padi VII Angkat Tradisi Peh Cun Sebagai Ikon Utama, Dispar Pangkalpinang Targetkan 3.000 Pengunjung

    Festival Pasir Padi VII Dimatangkan, Pemkot Pangkalpinang Gandeng Berbagai Pihak Dongkrak Wisata dan PAD

    Festival Pasir Padi VII Dimatangkan, Pemkot Pangkalpinang Gandeng Berbagai Pihak Dongkrak Wisata dan PAD