Demi Tembus Pasar Jawa Barat, UMKM Nanas Tua Tunu Kini Kejar PIRT dan NIB

    Caption: Iwan Bernadi.

    INTRIK.ID, PANGKALPINANG – Selama ini produk olahan nanas buatan warga Kelurahan Tua Tunu hanya beredar di pasar lokal. Padahal, peluang pasar yang lebih besar sudah terbuka lebar hingga ke Jawa Barat.

    Masalahnya bukan pada kualitas produk, melainkan legalitas usaha yang belum dimiliki sebagian pelaku UMKM.

    Karena itu, Pemerintah Kelurahan Tua Tunu kini fokus membantu para pelaku usaha mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) sebagai syarat utama agar produk mereka bisa dipasarkan lebih luas.

    Lurah Tua Tunu, Iwan Bernadi, mengatakan langkah tersebut dilakukan setelah adanya peluang kerja sama pemasaran yang difasilitasi oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) yang memiliki jaringan pemasaran hingga Jawa Barat.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Kami memfasilitasi UMKM untuk mengurus PIRT dan NIB karena sudah ada peluang pemasaran ke luar daerah. Pak Kalapas juga membantu membuka akses pemasaran dan mengawal offtaker produk olahan nanas warga,” ujar Iwan.

    Menurutnya, legalitas usaha menjadi pintu masuk penting bagi UMKM agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Tanpa dokumen tersebut, produk akan sulit masuk ke toko modern maupun jaringan distribusi yang lebih besar.

    Saat ini, warga Tua Tunu telah memproduksi berbagai olahan nanas seperti selai dan dodol nanas. Bahkan, pengembangan produk baru berupa mochi nanas juga tengah dipersiapkan.

    Untuk memperkuat kapasitas produksi, pemerintah kelurahan tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga mendorong pembentukan rumah produksi bersama serta pengadaan mesin produksi melalui sistem berbagi.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Pelatihan sudah masuk gelombang kedua. Jadi tidak hanya belajar mengolah nanas, tetapi juga bagaimana produk ini bisa memiliki nilai jual yang lebih tinggi dan berkelanjutan,” katanya.

    Program ini sekaligus menjadi upaya meningkatkan kesejahteraan petani nanas lokal. Selama ini, buah nanas Tua Tunu banyak dijual dalam bentuk mentah dengan harga yang sering berfluktuasi.

    Padahal di tingkat konsumen luar daerah, harga nanas bisa berlipat ganda dibanding harga yang diterima petani.

    Dengan hadirnya UMKM olahan berbasis nanas, pemerintah berharap nilai tambah komoditas unggulan Tua Tunu dapat dinikmati langsung oleh masyarakat setempat.

    “Kalau selama ini yang dijual hanya buahnya, ke depan kita ingin yang berkembang justru produk olahannya. Nilai ekonominya lebih tinggi dan manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” tutup Iwan.

    Mungkin Suka Ini juga:
    Wings Air Buka Rute Batam-Pangkalpinang Jelang Festival Pasir Padi, Akses Wisatawan Kian Mudah

    Wings Air Buka Rute Batam-Pangkalpinang Jelang Festival Pasir Padi, Akses Wisatawan Kian Mudah

    HLUN ke-30 di Pangkalpinang, LANTIP Babel Santuni Lansia dan Ajak Tetap Aktif Berkarya

    HLUN ke-30 di Pangkalpinang, LANTIP Babel Santuni Lansia dan Ajak Tetap Aktif Berkarya

    Bukan Sekadar Donor, 100 Warga Pangkalpinang Diganjar Penghargaan Setelah 10 Kali Menyelamatkan Nyawa

    Bukan Sekadar Donor, 100 Warga Pangkalpinang Diganjar Penghargaan Setelah 10 Kali Menyelamatkan Nyawa

    72 Siswa SD Negeri 23 Pangkalpinang Lulus, Wawako Dessy Ajak Berani Bermimpi Setinggi Mungkin

    72 Siswa SD Negeri 23 Pangkalpinang Lulus, Wawako Dessy Ajak Berani Bermimpi Setinggi Mungkin

    Ribuan Keluarga di Pangkalpinang Mulai Terima Beras Cadangan Pangan, Pemkot Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

    Ribuan Keluarga di Pangkalpinang Mulai Terima Beras Cadangan Pangan, Pemkot Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

    Pemkot Pangkalpinang Dukung Program IDAMAN, Juhaini: Jamu Aman Harus Jadi Budaya Masyarakat

    Pemkot Pangkalpinang Dukung Program IDAMAN, Juhaini: Jamu Aman Harus Jadi Budaya Masyarakat