Pemkab Ajukan Penambahan Kuota Siswa di SMPN 1 Koba, PDPM Bangka Tengah: Matikan SMP Swasta

    Foto: Salah seorang siswa melakukan cek suhu tubuh sebelum masuk ke dalam kelas.(red)

    INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Pemerintah Bangka Tengah mengajukan penambahan kuota penerimaan siswa baru di SMPN 1 Koba untuk tahun ajaran 2025/2026.

    Namun pengajuan itu justru ditentang oleh Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Bangka Tengah.

    Sekretaris PDPM Bangka Tengah, Engga mengatakan kebijakan itu justru akan mematikan SMP swasta yang ada.

    “Memang ini permasalahan dari tahun ke tahun. Harusnya Pak Bupati tegas dalam memberikan kebijakan. Kalau negeri ditambah terus, justru SMP swasta di Koba akan mati seperti Stania dan terkhusus Muhammadiyah,” ungkapnya, Kamis (10/7/2025).

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Ia melanjutkan, pemetaan SD yang dilakukan oleh SMP swasta akan sia-sia untuk mengembangkan sekolahnya jika Bupati terus menampung siswa di SMP Negeri saja.

    “Kalau emang mau nampung semua di sekolah negeri, suruh aja sekalian swastanya tutup. Kebijakan memberi subsidi ke swasta itu bagus namun kalau gak ada muridnya buat apa. Harusnya kebijakannya netral, ” ujar Engga.

    Warga Berok itu meminta bupati dan pengurus sekolah yayasan untuk bisa duduk bersama dalam menyelesaikan permasalahan ini agar tidak ada sekolah yang tutup akibat kebijakan itu.

    “Dulu kita punya SMK IDSA, SMP PGRI namun sekarang tutup semua. Jadi harusnya duduk bersama dan memikirkan win win solution. Apalagi seperti SMP Muhamadiyah baru beralih dari SMP umum jadi SMP Taruna Sain pertama di Babel, ” ungkapnya.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “SMP Muhamadiyah belum sampai 10 murid yang daftar karena masih banyak yang berharap ke negeri. Kan setiap sekolah sudah petakan yang lulus SD berapa, yang ditampung sekolah negeri berapa, yah sisanya pasti ke swasta, ” lanjutnya.

    Engga menegaskan, selalu ada dampak positif dan negatif dari setiap kebijakan, namun perlu diperhatikan semua sudut pandang dalam memberikan kebijakan.

    “Kita tahu SMP negeri gratis, tapi bukan berarti swasta tak ada jalur gratisnya juga. Bahkan bisa aja kasih solusi, yang gak lulus negeri kita sekolahkan di swasta dan kita biayai. Nah, itu lebih masuk akal, ” tutupnya.

    SMP Negeri 1 Koba akan menambah jumlah kuota siswa dalam 1 ruangan belajar dari 38 menjadi 43 siswa setiap ruang belajar atau kelas.

    Mungkin Suka Ini juga:
    Borong 9 Medali di Kejurprov, Panahan Bangka Tengah Bidik Juara Umum Porprov 2026

    Borong 9 Medali di Kejurprov, Panahan Bangka Tengah Bidik Juara Umum Porprov 2026

    Erlina Borong Tiga Medali untuk Bangka Tengah, Buktikan Semangat Bertanding Tak Kenal Usia

    Erlina Borong Tiga Medali untuk Bangka Tengah, Buktikan Semangat Bertanding Tak Kenal Usia

    Farli Pecahkan Kebuntuan, Sumbang Emas Pertama Bangka Tengah di Kejurprov Panahan Babel

    Farli Pecahkan Kebuntuan, Sumbang Emas Pertama Bangka Tengah di Kejurprov Panahan Babel

    25 Atlet Panahan Bangka Tengah Bidik Juara Umum di Kejurprov Babel 2026

    25 Atlet Panahan Bangka Tengah Bidik Juara Umum di Kejurprov Babel 2026

    Anak Buruh, Nelayan, dan Petani di Bangka Tengah Bakal Sekolah Gratis Sampai Lulus, Koba dan Namang Dipilih Jadi Lokasi

    Anak Buruh, Nelayan, dan Petani di Bangka Tengah Bakal Sekolah Gratis Sampai Lulus, Koba dan Namang Dipilih Jadi Lokasi

    Aklamasi, Andrian Samallo Warnai Kebangkitan PWI Bangka Tengah

    Aklamasi, Andrian Samallo Warnai Kebangkitan PWI Bangka Tengah