Scroll untuk baca artikel
Bangka BelitungBangka

Menolak Vaksin Karena Sakit, Gaji Nakes di Bangka Tak Dibayar

157
×

Menolak Vaksin Karena Sakit, Gaji Nakes di Bangka Tak Dibayar

Sebarkan artikel ini
Screenshot 20210218 150715342 1
Foto: ilustrasi

SUNGAILIAT, INTRIK.ID — Tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Bangka dipaksa untuk mengikuti suntik vaksin covid 19 meskipun sedang sakit.

Menurut salah satu petugas medis di Kabupaten Bangka, GA mengatakan pegawai negeri sipil (PNS) maupun honorer yang sedang hamil/menyusui maupun hipertensi juga wajub di vaksin.

Bahkan berkas pengajuan gaji untuk pegawainya tidak akan ditandatangani oleh kepala dinas kesehatan jika ada salah satu pegawai yang menolak di vaksin.

“Kami dipaksa (suntik-red) vaksin, hipertensi dan yang hamil juga harus disuntik vaksin. Kalau ada yang tidak mau, berkas pengajuannya (gaji-red) tidak ditandatanganinya (kandinkes bangka-red),” ungkapnya, Kamis (18/2/2021).

Ia mengatakan pernah ada kasus pihak dinkes menunda pembayaran gaji karena dokter tidak mau memberikan vaksin covid 19 kepada salah seorang tenaga medis lainnya karena masih mengalami flu.

“Aturan ini sama sekali tidak bijak, itukan hak kami sebagai pegawai dan sudah bekerja. Ditambah lagi, penolakan vaksin ini karena ada alasan lainnya,” tegas GA.

Ia menegaskan sejak tahun 2021 hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan gaji sama sekali.

“Sampai hari ini kami belum terima gaji sama sekali. Kemarin alasannya DPPA belum selesai, sekarang alasannya karena ada yang tidak mau di vaksin” tambahnya.

Bukan hanya itu saja, ia juga mengatakan Alat Pelindung Diri (APD) untuk tenaga media juga saat ini sudah mulai dikurangi.

“APD untuk sekali pakai saat ini juga dikurangi seperti gaun apron hingga shower cap,” pungkasnya.(int)

Baca Juga:  Tak Ada Ganti Rugi, Warga Tolak Proyek Pelebaran Jalan Senilai Rp 52 M
Home
Hot
Redaksi
Cari
Ke Atas