Bangka Harmoni Retorika atau Fakta Publik Menunggu

    Caption: Ilustrasi

    INTRIK.ID – Bangka Harmoni adalah visi utama pembangunan Kabupaten Bangka untuk periode 2025–2030 yang diusung oleh Bupati Fery Insani dan Wakil Bupati Syahbudin. Selogan Bangka harmoni yaitu terciptanya keseimbangan pembangunan antara kemajuan materiil, sosial-kebudayaan, dan pelestarian lingkungan. Dari selogan dimaksud setidaknya ada 4 pilar utama untuk mewujudkan Bangka harmoni:

    1.Harmoni dalam Tata Kelola Pemerintahan: Mewujudkan birokrasi yang inovatif, kolaboratif, transparan, dan akuntabel. Jika pilar pertama ini bisa terlaksana apa yang menjadi tujuan visi dan misi akan terwujud. Pilar pertama ini sangat penting berkaitan dengan kemampuan Sumber Daya Manusia ( SDM ) Aparatur Sipil Negara ( ASN ) tergabung dalam Organisasi Perangkat Daerah ( OPD ) Pemerintah kabupaten Bangka. Didukung SDM yang mempuni program Bangka Harmoni bisa terlaksana, Bagi publik mungkin sudah ada yang mengetahui dan belum maksud dari Inovatif, Kolaboratif, Transparan dan Akuntabel. Berikut ini penjelasan mengenai makna kata tersebut:

    -Inovatif artinya sesuatu tentang mendobrak cara lama, menemukan solusi kreatif, dan menciptakan sesuatu yang baru serta membawa nilai tambah.

    -kolaboratif yaitu kerja sama, sinergi, dan menggabungkan berbagai ide atau keahlian untuk mencapai tujuan bersama.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    -Transparan adalah dalam konteks organisasi, bisnis, atau pemerintahan, transparansi berarti memberikan informasi yang jujur, akurat, dan dapat diakses oleh publik atau pihak yang berkepentingan.

    – Akuntabel yakni dalam konteks profesional, pemerintahan, maupun organisasi, akuntabel merujuk pada kewajiban seseorang, kelompok, atau lembaga untuk mempertanggungjawabkan fungsi, tindakan, keputusan, dan kebijakan yang telah mereka lakukan kepada pihak yang memiliki hak atau wewenang untuk meminta keterangan.

    2.Harmoni dalam Perekonomian:
    Memastikan pertumbuhan ekonomi daerah yang seimbang, merata, dan berkelanjutan. Khusus pilar yang kedua ini sangat diharapkan masyarakat kabupaten Bangka, seperti apa nanti kebijakan Bupati dan wakil Bupati demi terciptanya harmoni perekonomian ini. Khususnya masyarakat kabupaten Bangka percaya pada dua sosok pemimpin ini membuat ekonomi masyarakat menjadi lebih baik. Secara sederhana, harmoni dalam perekonomian (atau keselarasan ekonomi) adalah kondisi di mana semua elemen dalam sistem ekonomi bekerja secara seimbang, saling mendukung, dan tidak ada pihak yang saling merugikan secara ekstrem.

    3.Harmoni dalam Sosial dan Kebudayaan
    : Memelihara kerukunan antar budaya dan agama pada masyarakat multidimensi. Harmoni dalam sosial dan kebudayaan terwujudnya kondisi di mana berbagai kelompok masyarakat, dengan segala perbedaan latar belakang, suku, agama, ras, dan adat istiadat, dapat hidup berdampingan secara damai, selaras, dan saling menghormati.

    4.Harmoni dalam Lingkungan:
    Menjaga kelestarian alam dan lingkungan di tengah kemajuan pembangunan material. Harmoni dalam lingkungan artinya hubungan yang seimbang, selaras, dan saling mendukung antara manusia, makhluk hidup lain, dan alam sekitarnya

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Sejak dilantik menjadi Bupati dan wakil Bupati kabupaten Bangka periode 2025 – 2030, Feri Insani selaku Bupati dan Syahbudin wakil Bupati tentunya sudah mempersiapkan langkah dan kebijakan untuk melaksanakan program kabupaten Bangka yang harmoni. Sebagai pemberi informasi publik media punya peran penting guna menyampaikan Kepada masyarakat, sejauh mana kebijakan serta langkah program Bangka Harmoni terlaksana apakah sebatas retorika atau fakta.

    Dalam konteks program pemerintah tidak berjalan kata retorika artinya, program tersebut hanya sebatas kata-kata manis, janji politik, atau slogan di atas kertas, tanpa ada tindakan nyata, eksekusi yang jelas, atau hasil konkret di lapangan. Sedangkan Dalam konteks program pemerintah yang terlaksana, kata “fakta” merujuk pada kenyataan objektif, bukti nyata, atau hasil konkret di lapangan yang benar-benar terjadi dan dapat dibuktikan kebenarannya Ketika pemerintah mengklaim suatu program telah terlaksana, “fakta” menjadi alat ukur untuk memisahkan antara rencana (retorika/janji) dengan realisasi (kenyataan).

    Mungkin Suka Ini juga:
    Dituding Bobolkan Tong Timah, Cepot :  Maklum Pemain Baru Bisnis Timah, Belum Paham Penyusutan Kadar Air

    Dituding Bobolkan Tong Timah, Cepot : Maklum Pemain Baru Bisnis Timah, Belum Paham Penyusutan Kadar Air

    Pohon Sawit milik Warga Pemali Dibabat, Hilal Ganti Rugi Belum Nampak

    Pohon Sawit milik Warga Pemali Dibabat, Hilal Ganti Rugi Belum Nampak

    BKPRMI Bangka Kembali Wisudakan Ribuan Santri dan Santriwati

    BKPRMI Bangka Kembali Wisudakan Ribuan Santri dan Santriwati

    Diguyur Hujan, 1.132 Santri Bangka Tetap Semangat Ikuti Wisuda Tahfidz dan TPA

    Diguyur Hujan, 1.132 Santri Bangka Tetap Semangat Ikuti Wisuda Tahfidz dan TPA

    Cetak Sejarah! 6 Utusan Kabupaten Bangka Lolos Seleksi Paskibraka Provinsi, Satu Menuju Nasional

    Cetak Sejarah! 6 Utusan Kabupaten Bangka Lolos Seleksi Paskibraka Provinsi, Satu Menuju Nasional

    Pemkab Bangka dan PT Timah Ubah Kolong Akhlak jadi Kawasan Produktif

    Pemkab Bangka dan PT Timah Ubah Kolong Akhlak jadi Kawasan Produktif