Ketua Astrada Bangka : Jangan Melihat Aktifitas Tambang Hanya Satu Sisi

    Caption : Ketua Asosiasi Tambang Rakyat Daerah ( ASTRADA ) Kabupaten Bangka, Ratno Daeng Mapiwali

    BANGKA. SUNGAILIAT. INTRIK.ID – Pro dan kontra akibat aktifitas penambangan biji timah sudah menjadi bagian dari proses sebuah penambangan.Bagi pihak kontra penambangan berbagai sisi diangkat ke publik, mulai dari ilegal, dibekingi APH hingga organisasi.

    Namun bagi pro tambang keberadaan penambangan biji timah menjadi harapan guna meningkatkan perekonomian. Menarik untuk dibahas, apakah betul aktifitas penambangan itu menjadi sesuatu yang tidak bermanfaat bagi masyarakat atau sebaliknya.

    Menyikapi hal tersebut, Ketua Asosiasi Tambang Rakyat Daerah ( Astrada ) Kabupaten Bangka Ratno Daeng Mapiwali memberi sudut pandang yang berbeda.

    “Jangan memandang aktifitas penambangan hanya satu sisi saja, seperti giat penambangan di Lingkungan Nelayan Satu dan Jalan laut kecamatan Sungailiat. Keberadaan penambangan disana bisa membangkitkan ekonomi kreatif masyarakat,” ungkapnya.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Pentolan Astrada Bangka itu mengutarakan bahwa, saat mereka melihat langsung aktifitas tambang dimaksud, terbentuk pola ekonomi masyarakat.

    “Kita sudah melihat langsung kelapangan baik Lingkungan Jalan Laut dan Lingkungan Nelayan Satu. Khusus Nelayan satu, para penambang rata – rata mereka nelayan murni. Menghadapi cuaca ekstrim ini mereka tidak bisa melaut, keberadaan tambang bisa memenuhi kebutuhan ekonomi mereka,” kata Ratno.

    Menjawab tudingan tambang seolah menjadi kegiatan merugikan lingkungan atau masyarakat, Ratno Daeng Mapilwali mengatakan mari kita kaji dulu.

    “Sering kita membaca pemberitaan tambang ilegal, kebal hukum, merusak lingkungan yang intinya penambangan itu kurang baik dilakukan. Kami dari Astrada justru berfikiran positif, mari kita lihat dan kaji, sampai hari ini sektor penambangan timah masih menjadi lokomotif ekonomi,” terangnya.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Ratno Daeng Mapilwali juga tidak menampik selain sisi manfaat , asas hukum dan lingkungan juga diperhatikan.

    “Kalau kita bahas sisi hukum tambang rakyat ilegal ya penindakkan hukum jangan tebang pilih. Banyak tambang skala besar terkadang tidak cukup syarat namun bekerja terus. Giliran rakyat nambang yang ilegal lah, porak poranda aliran sungai lah, pokoknya banyak celah kesalahan. Kembali soal lingkungan tidak hanya sektor tambang, banyak sektor lain lingkungan menjadi objek aktifitas,” ujarnya.

    Masih kata Ratno Daeng Mapiwali, kenapa setiap aktifitas tambang banyak deposit selalu saja menjadi sasaran komentar.

    “yuk… kita amati kalau tambang rakyat banyak deposit pasti komentar pedas muncul, namun kalau tambang rakyat kurang deposit tidak ada yang memikirkan, kepulang gak modal mereka? Mari kita melihat tambang rakyat itu jangan dari satu sisi saja ,” tutupnya.

    Mungkin Suka Ini juga:
    Pemkab Bangka dan PT Timah Ubah Kolong Akhlak jadi Kawasan Produktif

    Pemkab Bangka dan PT Timah Ubah Kolong Akhlak jadi Kawasan Produktif

    Sungailiat Triathlon 2026: Tanpa Peserta Asing, Dampak Geopolitik dan Minimnya Promosi Global

    Sungailiat Triathlon 2026: Tanpa Peserta Asing, Dampak Geopolitik dan Minimnya Promosi Global

    Sungailiat Triathlon 2026 dan Kejurnas Series Siap Digelar di Tanjung Pesona, Targetkan 300 Peserta

    Sungailiat Triathlon 2026 dan Kejurnas Series Siap Digelar di Tanjung Pesona, Targetkan 300 Peserta

    Revitalisasi Kawasan Kolong Akhlak, PT Timah dan Pemkab Bangka Tanam Mangrove hingga Pohon Buah

    Revitalisasi Kawasan Kolong Akhlak, PT Timah dan Pemkab Bangka Tanam Mangrove hingga Pohon Buah

    Agar Program PPM Tepat Sasaran, PT Timah Gelar Konsultasi Publik dan FGD

    Agar Program PPM Tepat Sasaran, PT Timah Gelar Konsultasi Publik dan FGD

    Ada Fitur Tambahan, APDESI Bangka Gelar Bimtek Siskeudes Versi 2.0.9

    Ada Fitur Tambahan, APDESI Bangka Gelar Bimtek Siskeudes Versi 2.0.9