
INTRIK.ID, BANGKA TENGAH– Kabupaten Bangka Tengah tercatat sebagai wilayah dengan tingkat kasus kekerasan terhadap anak tertinggi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Mirisnya, mayoritas kasus dilakukan oleh orang terdekat korban.
Data tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Tengah, Indrawadi di Koba, Selasa (28/4/2026).
“Dari pendataan yang kami himpun bersama dinas terkait, Bangka Tengah menjadi kabupaten dengan laporan kasus kekerasan anak paling tinggi di Babel. Polanya hampir sama: pelaku adalah orang yang dikenal anak, mulai dari lingkungan keluarga hingga lingkungan sekitar rumah,” jelasnya.
Ia merinci, bentuk kekerasan yang paling banyak dilaporkan meliputi kekerasan fisik, verbal, dan penelantaran. Faktor pemicu beragam, mulai dari masalah ekonomi, kurangnya pemahaman pola asuh, hingga pengaruh lingkungan.
“Kami di Dinas Pendidikan tidak bisa bekerja sendiri. Ini butuh kolaborasi dengan DP2KBP3A, kepolisian, kejaksaan, tokoh agama, dan sekolah termasuk orangtua dan masyarakat. Pencegahan harus dimulai dari keluarga sebagai unit terkecil,” tambah Indrawadi.
Sebagai langkah tindak lanjut, Dinas Pendidikan Bangka Tengah akan memperkuat program Sekolah Ramah Anak, pelatihan guru BK, dan sosialisasi parenting ke wali murid. Indrawadi juga mendorong masyarakat tidak takut melapor jika menemukan kasus kekerasan anak.
“Jangan diam. Laporan masyarakat sangat membantu kami memutus rantai kekerasan. Anak-anak berhak tumbuh di lingkungan yang aman,” tegasnya.
Hingga kini, Pemkab Bangka Tengah tengah menyusun strategi terpadu lintas sektor untuk menekan angka kekerasan anak. Masyarakat diimbau memanfaatkan layanan pengaduan UPTD PPA jika menemukan atau mengalami kekerasan.