
INTRIK.ID, BANGKA TENGAH– Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Pangkalpinang menjadikan Kabupaten Bangka Tengah sebagai lokus advokasi terpadu program keamanan pangan untuk tahun 2026.
Hal itu ditandai dengan agenda rapat advokasi bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, di ruang rapat besar kantor Bupati Bangka Tengah, yang berlangsung pada Selasa (28/4/2026).
Kepala BPOM di Pangkalpinang, Agus Riyanto menyampaikan, advokasi ini merupakan sebuh yang dilakukan pihaknya bersama pemerintah daerah untuk menyamakan persepsi dan memperkuat komitmen dalam mewujudkan keamanan pangan.
“Jadi ini merupakan salah satu program prioritas nasional untuk memastikan keamanan bahan pangan. Pada tahun ini, kami memilih Bangka Tengah sebagai lokus pelaksanaannya untuk di wilayah Bangka Belitung,” ujar Agus.
Ia melanjutkan, dalam pelaksanaannya program ini akan diisi oleh tiga kegiatan, yakni Sekolah yang Melaksanakan Pembudayaan Kemanan Pangan (Sapa Sekolah), Pasar Pangan Aman bebasis Komunitas dan Desa/Kelurahan Pangan Aman.
“Artinya nanti sampai dengan akhir tahun, atau sekitar bulan November, ada beberapa tahapan kegiatan yang akan dilakukan di masing-masing tadi, baik komunitas, sekolah, desa, maupun pasar,” sebutnya.
Ia menerangkan, untuk implementasi selain memberikan sosialisasi ataupun bimtek, BPOM akan melakukan pemeriksaan secara langsung ke sejumlah sarana.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Bangka Tengah Muhammad Anas Ma’ruf menyebutkan, pihaknya menyambut baik adanya advokasi dari BPOM ini untuk mengetahui masalah-masalah keamanan pangan.
“Kita memang sudah bermitra dengan BPOM untuk memastikan masalah keamanan pangan ini. Setiap bulan puasa kita selalu bermitra untuk mengecek bahan pangan khususnya yang dijual di pinggir jalan. Kemudian kita awasi juga kantin-kantin sekolah kita,” tukasnya.