
INTRIK.ID, BANGKA TENGAH– Kecamatan Lubuk Besar dan Simpang Katis menjadi daerah tidak menjadi Lokus Stunting karena tingkat prevelensi dibawah 5,5%. Selain itu, Kelurahan Koba dan Mangkol menjadi kelurahan bebas stunting di Bangka Tengah.
Hal itu diungkapkan Wiwik Susanti Kepala DPPKBPPPA (Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak) di Koba, Selasa (28/4/2026).
“Kecamatan Lubuk Besar dan Simpang Katis jadi daerah bebas lokus stunting karena prevelensinya dibawah standar 5,5%. Sedangkan Kelurahan Koba dan Mangkol jadi wilayah tanpa stunting, ” ungkapnya.
Ia menyebutkan, peran penting seluruh pihak, menjadi awal menurunnya stunting di Bangka Tengah ini, termasuk program Genting (Gerakan Orangtua Asuh Cegah Stunting).
“Kalau semua pihak berkolaborasi dan berintegrasi, maka stunting bukan lagi ancaman bagi Bangka Tengah, ” tukasnya.
Sementara itu, Arman selaku Camat Lubuk besar mengatakan, pencegahan dan penurunan stunting itu bisa beriringan dengan penurunan kemiskinan di Bangka Tengah.
“Kami terus berupaya menurunkan stunting lewat program orangtua asuh. Yang mana kecamatan sendiri membantu keluarga stunting serta miskin dalam pencegahan dan penurunannya. Maka dari itu, penurunan stunting bisa berkurang beriringan dengan berkurangnya masyarakat miskin, ” tegasnya.
Pihaknya bahkan sudah berupaya dalam penyelesaian sanitasi dan penyediaan air bersih di Kecamatan Lubuk Besar lewat program-program CSR, Baznas dan Pusat.
“Kalau sekarang boleh di cek Kecamatan Lubuk Besar berapa rumah tidak punya jamban. Jadi kami berkomitmen bersama semua elemen dalam penurunan stunting dan kemiskinan, ” tukasnya.