
INTRIK.ID, BANGKA TENGAH– Kabupaten Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah gelar Rapat Koordinasi (Rakor) Gerakan Orangtua Asuh Cegah Stunting (Genting) di Aula Diklat BKSPMD Bangka Tengah, Selasa (28/4/2026).
Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Perekonomian Bangka Tengah Tamimi menyebutkan, Stunting masih menjadi masalah di setiap daerah dimana stunting di Bangka Tengah 21% lebih dimana tahun 2023 menjadi 18% dan meningkat di 2024 naik jadi 21% kembali.
“Stunting di Bangka Tengah naik turun. Dari data gizi nasional, stunting di Bangka Tengah awalnya 21% lebih dan turun di 2023 menjadi 18%. Namun 2024 naik lagi menjadi 21%,” jelasnya.
Pihaknya telah melakukan intervensi pada bidang kesehatan serta pengendalian penduduk dan akan melakukan intervensi pada sosiliasi dan pengetahuan bagi orangtua.
“Pengetahuan cegah stunting sangat penting dalam cegah stunting. Makannya kita harus berkolaborasi dalam menurunkan stuntinh, ” ujarnya.
Ditempat yang sama, Perwakilan BKKBN Provinsi Utiwi Dardini selaku Ketua Tim Kerja Genting BKKBN menyebutkan, program Genting adalah program nasional dalam penurunan stuntinh di Indonesia sesuai dengan Asta cita Presiden.
“Genting ini adalah program pusat dari intervensi presiden langsung dalam penurunan stunting dan pencegahan stunting sesuai Asta cita presiden. Makannya peogram genting ini perlu komitmen bersama dan Bangka Tengah jadi Kabupaten dengan komitmen pertama dalam melaksanakan program genting ini, ” jelasnya.
Ia melanjutkan, percepatan penurunan dan pencegahan stunting harus dengan inovasi dan jangan mengandalkan APBD ataupun APBN (Dana Daerah dan Dan Pusat).
“Penurunan dan pencegahan stunting harus dimulai per rumah tangga. Kalau mengandalkan APBD dan APBN akan sulit bergerak. Makannya perlu gotong royong semua pihak demgan inovasi yang jelas seperti jamban per keluarga per rumah, ” ungkapnya.
Dari data juga ditemukan, ada 1071 orangtuanya menerima edukasi dan juga bantuan nutrisi di Bangja Tengah dalam pengoptimalan gizi termasuk dalam bantuan gizi MBG (Makan Bergizi Gratis).
Disisi lain, Kepala DPPKBPPPA (Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak) Wiwik Susanti mengatakan, Bangka Tengah menjadi Kabupaten dengan komitmen pertama dalam mencegah stunting dalam program genting.
“Alhamdulillah tadi disampaikan oleh BKKBN Provinsi bahwa Bangka Tengah jadi Kabupaten pertama dalam komitmen program genting, ” ucapnya.
Pihaknya akan terus berkolaborasi dengan seluruh pihak dalam penurunan stunting yang mana target di 2026 stunting bisa menurun hingga 10%.
“Dengan kolaborasi dimulai tingkat kelurahan sampai nasional, stake holder dan pihak lainnya, kami yakin akan menurunkan stunting dan mencegah stunting di Bangka Tengah ini, ” tukasnya.