Sejumlah ASN dan Mantan ASN Komentari, Kebijakan Perampingan OPD Pemkab Bangka

    Caption: Suasana Diskusi Publik

    BANGKA. SUNGAILIAT. INTRIK.ID – Dalam rangka efesien anggaran Pemerintah kabupaten Bangka berencana akan merampingkan Struktur Organisasi Perangkat Daerah ( OPD ). Dimana sejumlah OPD akan digabung menjadi satu, hal ini dilakukan disinyalir untuk efesien anggaran.

    Diketahui kebijakan perampingan OPD sudah masuk dalam tahap pembahasan di DPRD kabupaten Bangka, dimana tidak lama lagi akan diparipurnakan. Pro dan kontra terhadap perampingan OPD ditubuh anggota DPRD masih bergejolak.

    Namun rencana kebijakan perampingan OPD Pemkab Bangka sudah pasti menuai berbagai tanggapan dari sejumlah pihak. Seperti yang disampaikan beberapa Aparatur Sipil Negara ( ASN ) dan mantan ASN dalam acara Diskusi Publik , Sabtu ( 4/4/2026) malam bertempat di kantin Pahlawan 12.

    Merespon kebijakan tersebut Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bangka Baharudin Bapa saat menghadiri diskusi publik menyampaikan pertanyaan, seberapa besar nilai efisiensi anggaran dari perampingan OPD?

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Ada sekitar Lima OPD akan digabung motif penggabungan itu untuk Efesiensi anggaran. Pertanyaan seberapa besar efesien itu? Nah ini yang menjadi kegelisahan di kalangan masyarakat maupun birokrat. Apakah masih mendapatkan jabatan baik eselon III dan II atau pejabat tinggi Pratama? Tentunya kebijakan ini tidak sembarang untuk dilaksanakan,” ungkapnya.

    Menurut Baharudin Bapa program perampingan OPD sudah didengungkan pada tahun 1998, lagi – lagi dirinya bertanya apakah diberlakukan perampingan pelayanan publik lebih meningkatkan atau menurun?

    “Miskin struktur kaya fungsi sudah didengungkan tahun 1998 nampak tahun ini akan diberlakukan. Pertanyaan apakah pelayanan publik lebih meningkatkan atau menurun dengan Perampingan OPD ?,” tanya Baharudin Bapa.

    Diskusi publik semangkin berkembang, melanjutkan pertanyaan Kadis Dinsos Pemkab Bangka. Mantan salah satu kepala dinas pemprov Babel Harto menyebutkan terjadi penggabungan OPD berdampak pada regenerasi pejabat eselon II.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Ketika dilakukan penggabungan OPD itu berapa orang akan non job,terus mampu tidak pemerintah kita mendesain apa yang digabung itu. Kemudian kalau terjadi penggabungan OPD bagaimana regenerasi pejabat eselon dua,” jelasnya.

    Gayung bersambut suasana diskusi publik terus bergulir dari pernyataan para peserta , kali ini mantan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bangka Hairil menjelaskan, perampingan OPD bisa membantu efesien anggaran akan tetapi lebih baik pemerintah daerah mencari potensi peningkatan PAD.

    “Efesiensi bisa membantu? Namun Yang kita butuhkan itu daerah harus mencari uang ( Pendapatan Asli Daerah) agar dari kekurangan anggaran pembangunan dari penggabungan OPD bisa tercukupi,” tutupnya.

    Mungkin Suka Ini juga:
    Pohon Sawit milik Warga Pemali Dibabat, Hilal Ganti Rugi Belum Nampak

    Pohon Sawit milik Warga Pemali Dibabat, Hilal Ganti Rugi Belum Nampak

    BKPRMI Bangka Kembali Wisudakan Ribuan Santri dan Santriwati

    BKPRMI Bangka Kembali Wisudakan Ribuan Santri dan Santriwati

    Diguyur Hujan, 1.132 Santri Bangka Tetap Semangat Ikuti Wisuda Tahfidz dan TPA

    Diguyur Hujan, 1.132 Santri Bangka Tetap Semangat Ikuti Wisuda Tahfidz dan TPA

    Cetak Sejarah! 6 Utusan Kabupaten Bangka Lolos Seleksi Paskibraka Provinsi, Satu Menuju Nasional

    Cetak Sejarah! 6 Utusan Kabupaten Bangka Lolos Seleksi Paskibraka Provinsi, Satu Menuju Nasional

    Pemkab Bangka dan PT Timah Ubah Kolong Akhlak jadi Kawasan Produktif

    Pemkab Bangka dan PT Timah Ubah Kolong Akhlak jadi Kawasan Produktif

    Sungailiat Triathlon 2026: Tanpa Peserta Asing, Dampak Geopolitik dan Minimnya Promosi Global

    Sungailiat Triathlon 2026: Tanpa Peserta Asing, Dampak Geopolitik dan Minimnya Promosi Global