Kapolres Bangka Tengah Pimpin Deklarasi Penolakan Geng Motor di SMAN 1 Koba

    INTRIK.ID, BANGKA TENGAH– Kapolres Bangka Tengah, AKBP Pradana Aditya Nugraha, memimpin langsung sosialisasi dan deklarasi penolakan aktivitas geng motor di SMAN 1 Koba, Senin (20/01/2025).

    Kegiatan ini merupakan bagian dari program masif Polres Bangka Tengah untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari pengaruh negatif geng motor serta aksi tawuran.

    Dalam sosialisasi tersebut, Kapolres menyampaikan materi edukatif tentang bahaya geng motor dan dampaknya terhadap masa depan generasi muda.

    Beliau juga memberikan motivasi kepada para siswa untuk berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan sekolah.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Generasi muda adalah aset penting bagi bangsa. Oleh karena itu, kami mengajak kalian semua untuk menjauhi aktivitas yang bisa merusak masa depan, seperti geng motor dan tawuran. Mari jadikan sekolah sebagai tempat yang aman, nyaman, dan penuh prestasi,” tegas Kapolres AKBP Pradana.

    Kegiatan sosialisasi ini dikemas dengan pendekatan yang interaktif.

    Setelah penyampaian materi, Kapolres mengadakan sesi tanya jawab dan kuis edukatif dengan hadiah menarik bagi para siswa yang aktif berpartisipasi.

    Suasana semakin semarak dengan antusiasme siswa-siswi mengikuti sesi tersebut.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Selain sosialisasi, deklarasi penolakan aktivitas geng motor dilakukan dengan pembacaan ikrar oleh para siswa, yang dipimpin oleh perwakilan sekolah.

    Para guru dan siswa juga berpartisipasi dalam pembuatan video deklarasi sebagai bentuk komitmen bersama dalam memberantas geng motor.

    [irp]

    Di tingkat kabupaten, program sosialisasi dan deklarasi ini dilaksanakan serentak di 39 sekolah.

    Sebanyak 13 sekolah tingkat SMA/SMK/MA mendapatkan kunjungan langsung dari Kapolres, Wakapolres, para kasat, dan kapolsek jajaran.

    [irp]

    Sementara itu, 25 sekolah tingkat SMP/MTs dikunjungi oleh para Bhabinkamtibmas di setiap desa dalam wilayah hukum Polres Bangka Tengah.

    Kapolres berharap melalui program ini, kesadaran siswa terhadap bahaya geng motor dapat meningkat, sehingga tercipta generasi yang bertanggung jawab, berprestasi, dan mampu menjaga kondusivitas di masyarakat.

    “Kami akan terus mendukung penuh upaya pembinaan generasi muda, termasuk melalui kegiatan edukasi seperti ini. Harapannya, sinergi antara kepolisian, sekolah, dan masyarakat dapat semakin kuat,” pungkasnya.

    Mungkin Suka Ini juga:
    Penadah atau “Mesin Uang” Pencuri Sawit? LBH Milenial Minta Polisi Putus Mata Rantai Kejahatan

    Penadah atau “Mesin Uang” Pencuri Sawit? LBH Milenial Minta Polisi Putus Mata Rantai Kejahatan

    Aklamasi, Andrian Samallo Warnai Kebangkitan PWI Bangka Tengah

    Aklamasi, Andrian Samallo Warnai Kebangkitan PWI Bangka Tengah

    Pondok UMKM di Tengah Hamparan Sawah Namang, 40 Lapak Bantuan PLN Disiapkan Jadi Mesin Ekonomi Desa

    Pondok UMKM di Tengah Hamparan Sawah Namang, 40 Lapak Bantuan PLN Disiapkan Jadi Mesin Ekonomi Desa

    BNN Pangkalpinang Kehabisan Amunisi, Anggaran Pencegahan Narkoba Tinggal Rp7 Juta

    BNN Pangkalpinang Kehabisan Amunisi, Anggaran Pencegahan Narkoba Tinggal Rp7 Juta

    Tak Main-Main, APDESI Bangka Tengah Akan Periksa Urine Seluruh Aparat Desa

    Tak Main-Main, APDESI Bangka Tengah Akan Periksa Urine Seluruh Aparat Desa

    Paket Narkoba Rp50 Ribu Marak di Desa, APDESI dan BNN Sepakat Perkuat Perlawanan dari Akar Rumput

    Paket Narkoba Rp50 Ribu Marak di Desa, APDESI dan BNN Sepakat Perkuat Perlawanan dari Akar Rumput