Kain Cual Tak Sekadar Kain, Seniman Bangka Barat Hidupkan Kembali Jejak Budaya Mentok

    INTRIK.ID, BANGKA BARAT — Kain cual bukan sekadar kain dengan motif indah. Di balik helaiannya tersimpan jejak sejarah, identitas masyarakat, sekaligus cerita panjang tentang perjalanan budaya Bangka Belitung.

    Jejak itulah yang coba dihidupkan kembali para seniman Bangka Barat melalui pertunjukan seni bertajuk “Tafsir Perjalanan dan Asa Kain Cual” di Wisma Majapahit PT Timah, Mentok, Sabtu malam (29/8/2026).

    Pertunjukan tersebut menjadi ruang bagi pelaku seni lokal untuk menafsirkan perjalanan kain cual melalui karya kreatif yang memadukan sejarah, budaya dan ekspresi seni.

    Show Director pertunjukan, Junaidi Rahim, mengatakan pementasan tersebut berangkat dari hasil riset sejarah yang mengidentifikasikan Mentok sebagai salah satu wilayah awal berkembangnya teknik menenun kain cual.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Bertajuk ‘Tafsir Perjalanan dan Asa Kain Cual’, kami ingin mengangkat sejarah dan kisah perjalanan kain cual melalui sebuah pertunjukan seni,” kata Junaidi.

    Menurut Junaidi, seni pertunjukan menjadi salah satu cara untuk kembali mendekatkan sejarah dan nilai-nilai budaya kain cual kepada masyarakat, terutama generasi muda.

    Sebab, pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan menyimpan peninggalan masa lalu. Budaya juga membutuhkan ruang untuk ditafsirkan dan diperkenalkan melalui cara yang dekat dengan generasi hari ini.

    Ketika Ruang Perusahaan Menjadi Panggung Seniman

    Pementasan tersebut turut mendapat dukungan PT Timah melalui fasilitasi tempat pertunjukan.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Junaidi menilai dukungan tersebut memberikan arti penting bagi para pelaku seni lokal. Wisma Majapahit yang representatif membuat seniman memiliki ruang untuk memperlihatkan karya mereka kepada masyarakat.

    “Pertunjukan ini sukses tidak lepas dari bantuan dan dukungan PT Timah. Melalui gedung yang representatif ini, karya seni dan kreativitas para pelaku seni, termasuk anak-anak muda, bisa dipertunjukkan kepada masyarakat,” ujarnya.

    Ia berharap kolaborasi antara dunia usaha dan pelaku seni dapat terus diperluas. Menurutnya, semakin banyak ruang yang tersedia, semakin besar pula kesempatan bagi seniman lokal untuk melahirkan dan memperkenalkan karya yang berangkat dari kekayaan budaya daerah.

    “Kami berharap ke depan PT Timah tidak hanya mendukung, tetapi juga dapat menggelar kegiatan-kegiatan serupa. Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Timah yang telah membantu memfasilitasi upaya mengangkat kembali akar budaya yang selama ini mungkin terpendam. PT Timah peduli budaya,” katanya.

    Bukan Sekadar Pertunjukan, Ada Identitas yang Dijaga

    Apresiasi juga disampaikan Wakil Bupati Bangka Barat, Yus Derahman, yang hadir menyaksikan langsung pertunjukan tersebut.

    Menurutnya, pengangkatan kain cual ke dalam pertunjukan seni merupakan langkah positif untuk memperkuat identitas budaya daerah sekaligus membuka ruang kreativitas bagi seniman Bangka Barat.

    “Terlaksananya pertunjukan ini merupakan bentuk implementasi dari program Layanan Produksi Media untuk Penciptaan Karya Kreatif Inovatif dalam lingkup program Pemanfaatan Hasil Kelola Dana Abadi Kebudayaan atau Dana Indonesiana dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia,” ujar Yus.

    Yus juga mengapresiasi keterlibatan PT Timah dalam berbagai kegiatan kebudayaan dan sosial masyarakat di Bangka Barat.

    Menurutnya, Wisma Majapahit PT Timah telah beberapa kali dimanfaatkan sebagai ruang bagi pelaku seni untuk menampilkan karya mereka.

    “Tidak hanya pertunjukan seni di sini, gedung ini juga sering digunakan oleh pelaku seni lainnya untuk menampilkan karya. Selain itu, PT Timah juga kerap membantu kegiatan adat dan sosial masyarakat, seperti HUT Bangka Barat, Perang Ketupat di Tempilang, Sedekah Kapong di Kundi, Dodol Bergema di Penyampak, dan masih banyak lagi,” katanya.

    Bagi Yus, dukungan tersebut menunjukkan bahwa keberadaan PT Timah tidak hanya berkaitan dengan aktivitas perusahaan. Di tengah masyarakat, perusahaan juga dapat mengambil peran dengan membuka ruang bagi tradisi untuk tetap hidup dan kreativitas lokal untuk terus tumbuh.

    “Pokoknya PT Timah joss lah,” tutupnya.(*)

    Sumber: PT Timah Tbk

    Mungkin Suka Ini juga:
    Eks Lapangan Golf PT Timah Disulap Jadi Ruang Hijau, Warga Mentok: Bisa Jadi Ruang Publik

    Eks Lapangan Golf PT Timah Disulap Jadi Ruang Hijau, Warga Mentok: Bisa Jadi Ruang Publik

    PT Timah Dorong UMKM Bangka Barat Naik Kelas, Ikan Nila dan Rebon Disulap Jadi Produk Bernilai Tambah

    PT Timah Dorong UMKM Bangka Barat Naik Kelas, Ikan Nila dan Rebon Disulap Jadi Produk Bernilai Tambah

    Bukan Sekadar Stand Pameran, PT Timah Hadirkan Edukasi Timah hingga Banjir Doorprize di Simpang Teritip

    Bukan Sekadar Stand Pameran, PT Timah Hadirkan Edukasi Timah hingga Banjir Doorprize di Simpang Teritip

    Cegah Stunting dari Hulu, PT Timah Gandeng BKKBN dan Pemkab Bangka Barat Perkuat Pola Asuh Anak

    Cegah Stunting dari Hulu, PT Timah Gandeng BKKBN dan Pemkab Bangka Barat Perkuat Pola Asuh Anak

    Bukan Sekadar Fair, Sungaibaru Luncurkan PRIMA untuk Pangkas Jarak Pelayanan Publik

    Bukan Sekadar Fair, Sungaibaru Luncurkan PRIMA untuk Pangkas Jarak Pelayanan Publik

    Gerak Jalan Jadi Ladang Rezeki, UMKM Bangka Barat “Panen” Omzet di Eks Lapangan Golf PT Timah

    Gerak Jalan Jadi Ladang Rezeki, UMKM Bangka Barat “Panen” Omzet di Eks Lapangan Golf PT Timah

      Ikuti kami di Facebook