
Dirinya berharap pihak terkait segera mengambil langkah mediasi menyelesaikan masalah dimaksud.
“Kami berharap ada mediasi dari pihak terkait, tapi bukan diwarung kopi. Soal judul pengerukkan alur muara namun kalau kita tarik garis lurus bukan ngeruk muara lagi tapi mengeruk laut,” pungkasnya.

Sementara itu, Andu selaku masyarakat nelayan setempat sekaligus sebagai koordinator aksi mengatakan mereka tetap menolak perusahaan mana pun lakukan penggalian pasir tanpa pandang bulu.
“Harapan kami tidak ada lagi aktivitas gali pasir oleh semua perusahaan tanpa pandang bulu termasuk PT.Pulomas Sentosa, tadi kita datangi kapal dilaut kita usir 6 kapal. Jika masih beroperasi kita akan turun jumlah masa lebih banyak,” kata Andu.
Andu juga menceritakan kondisi muara sebelum ada aktivitas penggalian pasir, kapal – kapal nelayan keluar masuk muara lancar.