
INTRIK.ID, BABEL – Di tengah berbagai tantangan ekonomi, mulai dari kenaikan harga sejumlah kebutuhan hingga tekanan biaya hidup, masyarakat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ternyata masih menyimpan optimisme terhadap kondisi ekonomi daerah.
Hal itu tercermin dari hasil Survei Konsumen Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang menunjukkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Mei 2026 mencapai 124,75, jauh di atas level optimis 100.
Angka tersebut juga lebih tinggi dibandingkan batas optimisme nasional dan menunjukkan masyarakat Babel masih percaya kondisi ekonomi daerah tetap bergerak ke arah positif.
Optimisme ini menarik karena muncul di tengah berbagai isu yang berkembang di masyarakat, mulai dari fluktuasi harga komoditas, kenaikan harga BBM nonsubsidi, hingga ketidakpastian ekonomi global.
Meski demikian, warga Babel masih menilai kondisi ekonomi saat ini cukup baik dan memiliki harapan yang lebih besar terhadap enam bulan mendatang.
Berdasarkan survei BI, sekitar 34,5 persen responden mengaku pendapatan mereka saat ini meningkat dibandingkan enam bulan sebelumnya.
Tak hanya itu, masyarakat juga masih memiliki kemampuan belanja yang cukup kuat. Sebanyak 28 persen responden mengaku meningkatkan pembelian barang tahan lama, terutama furnitur dan perlengkapan rumah tangga.
Kondisi ini menunjukkan daya beli masyarakat masih terjaga meskipun terdapat tekanan pada sejumlah sektor ekonomi.
Yang lebih menarik, optimisme masyarakat justru lebih kuat ketika berbicara mengenai masa depan.
Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) pada Mei 2026 tercatat 125,00, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di angka 124,00.
Sebanyak 42,5 persen responden memperkirakan kegiatan usaha akan meningkat dalam enam bulan mendatang, sementara sebagian lainnya meyakini kondisi usaha akan tetap stabil.
Mayoritas responden menilai peningkatan kegiatan ekonomi nantinya akan didukung oleh berbagai program pemerintah, termasuk subsidi dan insentif ekonomi, serta kemudahan akses pembiayaan dari sektor perbankan.
Selain itu, masyarakat juga mulai melihat peluang perbaikan di sektor ketenagakerjaan.
Sekitar 31,5 persen responden memperkirakan lapangan kerja akan bertambah dalam enam bulan ke depan, terutama didorong oleh proyek-proyek pemerintah dan membaiknya aktivitas ekonomi daerah.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rommy S. Tamawiwy, menilai hasil survei ini menunjukkan fondasi optimisme masyarakat Babel masih cukup kuat.
Meski terdapat berbagai tantangan, masyarakat tetap percaya aktivitas usaha, kesempatan kerja, dan kondisi ekonomi daerah akan bergerak lebih baik pada semester kedua tahun 2026.
Optimisme ini menjadi sinyal positif bagi pemulihan ekonomi daerah, karena kepercayaan konsumen merupakan salah satu indikator penting yang memengaruhi konsumsi rumah tangga, investasi, dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.
Dengan kata lain, meski kondisi ekonomi belum sepenuhnya ideal, masyarakat Bangka Belitung tampaknya masih yakin bahwa peluang ke depan lebih besar dibandingkan tantangan yang sedang dihadapi saat ini. (*)