
BANGKA, INTRIK.ID – Kabupaten Bangka mulai mempersiapkan qari, qariah, hafiz, dan hafizah terbaik untuk menghadapi Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 2026. Para juara hasil seleksi MTQH Kabupaten Bangka akan menjalani pembinaan intensif sebagai bagian dari upaya mempertahankan gelar juara umum provinsi untuk keempat kalinya secara berturut-turut.
Komitmen tersebut disampaikan Staf Ahli Bupati Bangka Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Arman, saat menutup MTQH Tingkat Kabupaten Bangka 2026 di Novilla Boutique Resort Sungailiat, Kamis (23/7/2026).
Arman mengatakan, hasil MTQH tingkat kabupaten menjadi dasar dalam menjaring peserta terbaik yang akan memperkuat kontingen Kabupaten Bangka pada MTQH tingkat provinsi yang dijadwalkan berlangsung pada awal November mendatang.
“Tahun 2026 ini kita berupaya mempertahankan gelar juara MTQH tingkat provinsi untuk keempat kalinya. Para juara yang diumumkan hari ini akan menjalani pembinaan sehingga qari, qariah, hafiz, dan hafizah terbaik dapat mewakili Kabupaten Bangka di tingkat provinsi,” ujar Arman.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana dan dewan hakim yang telah menyukseskan penyelenggaraan MTQH tingkat kabupaten.
Selain mengucapkan selamat kepada para pemenang, Arman berpesan agar prestasi yang diraih tidak membuat mereka cepat berpuas diri.
“Teruslah rendah hati, bertawakal, dan berlatih agar kualitas diri semakin meningkat sehingga mampu meraih prestasi di tingkat yang lebih tinggi,” katanya.
Pada MTQH Kabupaten Bangka 2026, Kafilah Kecamatan Sungailiat berhasil keluar sebagai juara umum setelah meraih nilai tertinggi dari tujuh cabang perlombaan yang dipertandingkan selama dua hari pelaksanaan.
Sementara itu, Ketua Pelaksana MTQH Kabupaten Bangka, Budi Hamzah, memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar dan seluruh peserta telah menampilkan kemampuan terbaik mereka.
“Hasil seleksi MTQH tahun ini akan menjadi dasar pembinaan untuk menghadapi MTQH tingkat provinsi yang akan dilaksanakan awal November nanti,” ujarnya.
Menurut Budi, MTQH tidak hanya menjadi ajang kompetisi membaca Al-Qur’an dan Hadits, tetapi juga berperan sebagai benteng moral di tengah derasnya arus informasi digital yang dihadapi generasi muda.
Karena itu, ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap pembinaan sejak tingkat kecamatan.
“Kami berharap ke depan pemerintah daerah dapat mengalokasikan anggaran untuk seleksi MTQH di tingkat kecamatan. Dengan begitu anak-anak di desa memiliki ruang untuk mengembangkan kemampuan keagamaan dan memiliki filter yang kuat agar tidak mudah terpengaruh hal-hal negatif,” katanya.
Penutupan MTQH Tingkat Kabupaten Bangka turut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bangka, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bangka, perwakilan Kapolres Bangka, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka, perwakilan Kejaksaan Negeri Bangka, kepala perangkat daerah, para camat se-Kabupaten Bangka, serta tamu undangan lainnya.(ADV)