Balon Apel Siaga Bawaslu Bangka Gagal Terbang

    Foto: Ketua Bawaslu Bangka bersama dengan instansi pemerintahan lainnya saat melepas balon seusai apel siaga. (Intrik)

    INTRIK.ID, BANGKA — Balon apel siaga pengawasan Pemilu 2024 gagal terbang setelah dilepas oleh Bawaslu Kabupaten Bangka dan perwakilan bupati serta instansi lainnya, Minggu (26/11/2023).

    Puluhan balon berwarna oranye dan hitam dengan membawa spanduk kecil bertulisan “APEL SIAGA PENGAWASAN PEMILU 2024” itu kembali turun setelah sempat terbang beberapa meter.

    Sontak beberapa tamu dan peserta upacara yang hadir di Gedung Juang Sungailiat, Kabupaten Bangka itu terlihat tersenyum dan tertawa melihat hal tersebut.

    Salah satu peserta upacara langsung berinisiatif mengambil balon yang turun dan memotong bagian bawah spanduk untuk mengurangi beban.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Alhasil, balon kemudian berhasil terbang setelah dilepas untuk kedua kalinya.

    Pelepasan balon tersebut merupakan tanda bahwa Bawaslu serta peserta Pemilu 2024 berkomitmen untuk menjalankan pesta demokrasi sesuai prosedur dan peraturan yang berlaku.

    Space Iklan/0853-1197-2121
    Mungkin Suka Ini juga:
    Tabrakan Beruntun di Simpang Jongkong Koba, Sepeda Motor Ringsek Dihantam Dua Mobil

    Tabrakan Beruntun di Simpang Jongkong Koba, Sepeda Motor Ringsek Dihantam Dua Mobil

    Sembilan Nelayan KM Kharisma Selamat Setelah Terapung Berjam-jam di Perairan Rebo

    Sembilan Nelayan KM Kharisma Selamat Setelah Terapung Berjam-jam di Perairan Rebo

    Selingkuh, Istri Lapokan Oknum Anggota Polsek Lubuk Besar ke Polda Babel

    Selingkuh, Istri Lapokan Oknum Anggota Polsek Lubuk Besar ke Polda Babel

    Penambang Timah 18 Tahun Ditemukan Meninggal di Kolong Tambang Belitung

    Penambang Timah 18 Tahun Ditemukan Meninggal di Kolong Tambang Belitung

    Supir Tembak Jadi Pemicu Kemarahan Warga Perlang, PT PSM Didemo

    Supir Tembak Jadi Pemicu Kemarahan Warga Perlang, PT PSM Didemo

    Antrean Pertalite Mengular di Koba, Warga Mulai Tinggalkan Pertamax

    Antrean Pertalite Mengular di Koba, Warga Mulai Tinggalkan Pertamax