
Ia juga berharap Dirut PT Timah Achmad Ardianto dapat turun langsung melihat polemik-polemik pertambangan yang ada di Babel selama ini. Gubernur Erzaldi merencanakan mengajak Achmad Ardianto bersama Danrem 045/Garuda Jaya, dan Pimpinan Polda Babel untuk mengunjungi beberapa titik lokasi pertambangan seperti di Desa Bakit dan sebagainya.
“Nanti kita coba lihat langsung pak ke lokasi, sehingga setelah itu bapak akan tahu bayangan-bayangan apa yang harus dilakukan untuk mengatasinya. Saya ingin memberikan masukan, dari dua tahun lalu kami menyampaikan harusnya ada direksi yang menangani hubungan dengan masyarakat. Karena kondisi ini sangat pelik sekali, dan PT Timah harus turun langsung dan jangan tergantung ke mitra, biar kehadiran PT Timah dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Timah Achmad Ardianto atau akrab disapa Didi, menyambut baik masukan-masukan yang diberikan kepada dirinya untuk membenahi internal PT Timah, maupun upaya dalam peningkatan produksi. Ia menegaskan PT Timah akan bersinergi dengan Pemprov Babel, sehingga tujuan kehadiran BUMN dapat memberikan manfaat kepada pemda maupun masyarakat.
“Berbicara membangun PT Timah juga berbicara tentang membangun daerah. Untuk itu kami akan membangun sinergitas bersama seluruh stakeholder untuk memberikan kesejahteraan, karena kami tidak bisa bekerja sendiri dan kami akan terus kerja keras, dan belajar untuk mengambil kebijakan yang cepat dan tepat. Semoga ada solusi agar dari pemerintah pun bisa mendapatkan manfaat secara keuangan,” pungkasnya. (red)