
Sementara itu, Pimpinan Wilayah Muhamadiyah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (PWM Babel) War Songko mengatakan, perjalan pemuda Muhamadiyah itu memang penuh dengan lika liku agar ke Muhammadiyahan jangan sampai ditinggalkan oleh para pemuda.
“Muhamadiyah itu junjungannya Nabi Besar Muhamadiyah, makanya kami juga sangat memberikan pendampingan untuk para Pemuda Muhamadiyah. Jadi tau betul lika liku kepemudaan Muhamadiyah ini,” ucapnya.
War Songko juga menyebutkan, Muhamadiyah harus Sami’na Wata’na yang menjunjung asas amat ma’ruh nahi munkar sebagai asas penting gerakan Muhamadiyah.
“Jangan hanya menyebut saja amar ma’ruf nahi munkar saja tapi tak dijalankan, tapi harus takdir atau mengikuti juga perkembangan agar asas itu dijalankan dengan baik,” tandasnya.