Scroll untuk baca artikel
Provinsi Bangka Belitung

Air Mata Andhika Menetes Saat Pidato Terakhirnya

285
×

Air Mata Andhika Menetes Saat Pidato Terakhirnya

Sebarkan artikel ini
IMG 20231125 WA0003

INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Pimpinan Wilayah Pemuda Muhamadiyah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (PWPM Babel) menggelar Musyawarah Wilayah (Musywil) yang ke IV di Bangka City Hotel Pangkal Pinang, Sabtu (25/11/2023).

Acara pembukaan tersebut dihadiri seluruh Pimpinan Daerah Muhamadiyah (PDPM) kabupaten/kota, Anggota PWPM Provinsi, Pimpinan Pemuda Muhamadiyah Pusat, Pimpinan Daerah Muhamadiyah (PDM) kabupaten/kota, jajaran pemerintahan dan juga organisasi kepemudaan lainnya.

Ketua demisoner periode 2018-2022 PWPM Babel Andhika mengatakan, musyawarah yang diadakan hari ini adalah musyawarah yang diadakan untuk membuat pemuda Muhamadiyah lebih baik lagi kedepannya.

“Hari ini bukan kita pergi berperang, namun untuk membuat pemuda Muhamadiyah lebih baik lagi dari kepemimpinan saya tentunya,” ucapnya kepada intrik.id.

Andhika juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh ketua PDPM kabupaten, anggota dan kader Muhamadiyah yang sudah membantunya dalam memimpin pemuda muhamadiyah di Bangka Belitung.

“Ini kali terakhir saya pidato depan semua teman-teman. Terimakasih untuk seluruh kader pemuda Muhamadiyah yang sudah membantu saya. Maaf bila memang banyak salah dalam memimpin pemuda Muhamadiyah apapun bentuknya,” ujarnya.

Andhika menegaskan, musyawarah ini untuk kemajuan organisasi pemuda Muhamadiyah dan untuk bergembira kemajuan Bangka Belitung dan negeri ini.

“Kita musyawarah bergembira dan untuk kemajuan Bangsa dan Negara ini,” ucapnya.

Andhika juga berpesan agar estafet kepemimpinan ini bisa diteruskan dengan baik dan lebih baik dari kepemimpinannya.

“Sudah usai kepengurusan saya, maka estafet ini akan diberikan ke kader lainnya. Pemuda negarawan untuk Bangka Belitung berkemajuan. Terimakasih dan ini adalah pidato terakhir saya,” tutupnya sembari meneteskan air mata.

Sementara itu, Pimpinan Wilayah Muhamadiyah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (PWM Babel) War Songko mengatakan, perjalan pemuda Muhamadiyah itu memang penuh dengan lika liku agar ke Muhammadiyahan jangan sampai ditinggalkan oleh para pemuda.

“Muhamadiyah itu junjungannya Nabi Besar Muhamadiyah, makanya kami juga sangat memberikan pendampingan untuk para Pemuda Muhamadiyah. Jadi tau betul lika liku kepemudaan Muhamadiyah ini,” ucapnya.

War Songko juga menyebutkan, Muhamadiyah harus Sami’na Wata’na yang menjunjung asas amat ma’ruh nahi munkar sebagai asas penting gerakan Muhamadiyah.

“Jangan hanya menyebut saja amar ma’ruf nahi munkar saja tapi tak dijalankan, tapi harus takdir atau mengikuti juga perkembangan agar asas itu dijalankan dengan baik,” tandasnya.