
BANGKA . SUNGAILIAT. INTRIK.ID – Tidak lama lagi tepatnya Bulan November 2024 akan digelar pilkada serentak untuk memilih kepala daerah. Namun pada pilkada kali ini nampaknya agak berbeda dengan sebelumnya. Paslon kepala daerah kebanyakkan pasangan tunggal tanpa pasangan lainnya. Besar kemungkinan paslon yang sudah ditetapkan berhadapan dengan kotak kosong.
Fenomena kotak kosong juga terjadi di Kabupaten Bangka, hal tersebut mendapat komentar dari berbagai kalangam. Seperti disampaikan Koordinator Komunitas Lintas Agama (KLA) Bangka Belitung, Farhan Habib.
Menurut Farhan jika adanya gerakkan Terstruktur Sistematis Masif ( TSM ) untuk memenangkan kotak kosong berdampak pada perpanjangan masa jabatan Pj.
“Kalau kotak kosong menang, yang akan duduk kan penjabat (pj). Sedangkan kita ketahui pj ini kewenangannya terbatas, dan juga tidak paham kondisi riil sosial, geografi, dan ekonomi warga asli daerah. Kita lihat Pj Gubernur Babel sudah 3 sampai 4 kali ganti. Saking begitu tidak efektif dan efesiennya jika posisi kepala daerah dijabat oleh para pj,” imbuhnya.