Air Mata Andhika Menetes Saat Pidato Terakhirnya

    “Ini kali terakhir saya pidato depan semua teman-teman. Terimakasih untuk seluruh kader pemuda Muhamadiyah yang sudah membantu saya. Maaf bila memang banyak salah dalam memimpin pemuda Muhamadiyah apapun bentuknya,” ujarnya.

    Andhika menegaskan, musyawarah ini untuk kemajuan organisasi pemuda Muhamadiyah dan untuk bergembira kemajuan Bangka Belitung dan negeri ini.

    “Kita musyawarah bergembira dan untuk kemajuan Bangsa dan Negara ini,” ucapnya.

    Andhika juga berpesan agar estafet kepemimpinan ini bisa diteruskan dengan baik dan lebih baik dari kepemimpinannya.

    “Sudah usai kepengurusan saya, maka estafet ini akan diberikan ke kader lainnya. Pemuda negarawan untuk Bangka Belitung berkemajuan. Terimakasih dan ini adalah pidato terakhir saya,” tutupnya sembari meneteskan air mata.

    Pages: 1 2 3
    Mungkin Suka Ini juga:
    Dambus Bangka Menyeberang ke China, Cantabile Bawa Identitas Melayu ke Panggung Dunia

    Dambus Bangka Menyeberang ke China, Cantabile Bawa Identitas Melayu ke Panggung Dunia

    Dinamika Tambang Memanas, MUI Babel Minta Masyarakat Jangan Terprovokasi

    Dinamika Tambang Memanas, MUI Babel Minta Masyarakat Jangan Terprovokasi

    Almaster Tegaskan Bukan Anti-PT TIMAH, Kritik untuk Mengawal Tata Kelola

    Almaster Tegaskan Bukan Anti-PT TIMAH, Kritik untuk Mengawal Tata Kelola

      Ikuti kami di Facebook