
Untuk mendukung hal tersebut, PT Timah menggunakan berbagai metode pembelajaran mulai dari pelatihan tatap muka, workshop, webinar, sertifikasi profesi, e-learning, hingga on the job training.
Menariknya, perhatian perusahaan terhadap SDM tidak berhenti pada karyawan aktif. PT Timah juga menyiapkan program khusus bagi karyawan yang akan memasuki masa pensiun.
Sepanjang 2025, sebanyak 47 karyawan mengikuti program persiapan purnabakti dan pensiun sukarela agar tetap memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan setelah meninggalkan dunia kerja.
Langkah ini menunjukkan bahwa bagi PT Timah, investasi terbesar bukan hanya pada alat produksi atau teknologi, melainkan pada manusia yang menjalankan seluruh proses bisnis perusahaan. Sebab, di balik keberhasilan sebuah perusahaan, selalu ada SDM yang terus belajar, berkembang, dan siap menjadi pemimpin masa depan. (*)
Sumber: PT Timah Tbk