
INTRIK.ID, BABEL – Di tengah tantangan industri pertambangan yang semakin kompetitif, PT Timah tak hanya fokus pada produksi dan bisnis. Perusahaan pelat merah ini juga tengah menyiapkan “mesin” penting untuk masa depan: regenerasi pemimpin dari dalam perusahaan.
Sepanjang 2025, PT Timah menggelontorkan investasi besar dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM). Sebanyak 3.848 karyawan mengikuti berbagai program pelatihan dengan total 149.050 jam pembelajaran, atau rata-rata 39 jam pelatihan per karyawan.
Namun yang menarik, fokus perusahaan kini bukan sekadar meningkatkan kemampuan teknis para pekerja, melainkan membentuk generasi pemimpin baru yang mampu membawa perusahaan menghadapi perubahan zaman.
Direktur SDM PT Timah, Ratih Mayasari, mengatakan perusahaan memiliki banyak tenaga ahli yang kompeten di bidang pertambangan dan pengolahan mineral. Namun menurutnya, keahlian teknis saja tidak cukup untuk menghadapi tantangan bisnis masa depan.
“Kompetensi yang tinggi harus dibarengi dengan leadership yang baik. Tanpa kepemimpinan yang kuat, potensi yang dimiliki tidak akan berkembang secara optimal,” ujarnya.
Karena itu, PT Timah menjadikan pengembangan kompetensi kepemimpinan sebagai salah satu program strategis perusahaan.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah meluncurkan Tins Leadership Executive Program (TELP) yang mulai berjalan pada awal 2026. Program ini dirancang untuk mencetak pemimpin-pemimpin baru di berbagai level organisasi melalui transfer pengetahuan, penguatan karakter kepemimpinan, dan peningkatan kemampuan manajerial.
Program ini menjadi bagian dari strategi perusahaan menghadapi tantangan regenerasi SDM, terutama ketika banyak tenaga ahli senior mulai memasuki masa pensiun dalam beberapa tahun mendatang.
Selain kepemimpinan, PT Timah juga memperkuat jalur pengembangan karier bagi karyawan yang memiliki kompetensi inti di bidang strategis seperti geologi, pertambangan, pengolahan mineral, hingga pengembangan mineral ikutan.
Perusahaan ingin memastikan keahlian yang selama ini menjadi kekuatan PT Timah tidak hilang, melainkan diwariskan kepada generasi berikutnya melalui sistem pembelajaran yang terstruktur.
Untuk mendukung hal tersebut, PT Timah menggunakan berbagai metode pembelajaran mulai dari pelatihan tatap muka, workshop, webinar, sertifikasi profesi, e-learning, hingga on the job training.
Menariknya, perhatian perusahaan terhadap SDM tidak berhenti pada karyawan aktif. PT Timah juga menyiapkan program khusus bagi karyawan yang akan memasuki masa pensiun.
Sepanjang 2025, sebanyak 47 karyawan mengikuti program persiapan purnabakti dan pensiun sukarela agar tetap memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan setelah meninggalkan dunia kerja.
Langkah ini menunjukkan bahwa bagi PT Timah, investasi terbesar bukan hanya pada alat produksi atau teknologi, melainkan pada manusia yang menjalankan seluruh proses bisnis perusahaan. Sebab, di balik keberhasilan sebuah perusahaan, selalu ada SDM yang terus belajar, berkembang, dan siap menjadi pemimpin masa depan. (*)
Sumber: PT Timah Tbk