Waspada Virus Nipah, Kadinkes Bangka Tengah: Hindari Konsumsi Aren

    Caption: Ilustrasi virus. (Ist)

    INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Beberapa pekan ini dunia diheboh kasus virus Nipah. Virus ini merupakan penyakit zoonosis berbahaya dengan tingkat kematian tinggi.

    Virus Nipah masih anggota virus genus Henipavirus dan famili Paramyxoviridae. Virus ini memiliki reservoir alami pada kelelawar buah (Pteropus sp.), yang dapat menularkan virus ke manusia secara langsung atau melalui perantara hewan lain (seperti babi) serta melalui konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi virus (misalnya buah atau nira).

    Meskipun belum ditemukan kasus di Indonesia, Kepala Dinas Kesehatan Bangka Tengah, Zaitun meminta masyarakat untuk tetap waspada.

    Ia mengatakan virus ini bisa menyebabkan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) ringan hingga berat, serta ensefalitis (peradangan akut pada jaringan otak) yang dapat berakibat kematian.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Virus Nipah termasuk yang berbahaya. Yang mana tingkat kematian mencapai 75 persen jika terjangkit virus ini. Bahkan di beberapa tempat tingkat kematian mencapai 100 persen,” ungkapnya, Jumat (20/2/2026).

    Ia mengatakan Indonesia berisiko tertular karena kedekatan geografis dan intensitas mobilitas dengan negara-negara yang pernah mengalami kejadian luar biasa.

    “Selain itu, hasil penelitian di Indonesia menunjukkan adanya bukti serologis dan deteksi virus pada reservoir alami kelelawar buah yang menandakan potensi sumber penularan di Indonesia. Jadi kalau resiko pasti ada namun kalau untuk kita insyaallah sangat kecil, ” ungkapnya.

    Ia juga meminta masyarakat untuk tidak mengonsumsi nira/aren langsung dari pohonnya karena kelelawar dapat mengontaminasi sadapan aren/nira pada malam hari. Oleh karena itu, aren perlu dimasak sebelum dikonsumsi.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Terus jangan lupa cuci dan kupas buah secara menyeluruh. Buang buah yang ada tanda gigitan kelelawar serta konsumsi daging ternak secara matang dan tidak mengonsumsi hewan yang terinfeksi virus Nipah, ” himbaunya.

    “Sama jangan lupa menerapkan protokol kesehatan seperti cuci tangan pakai sabun atau menggunakan hand sanitizer, menerapkan etika batuk dan bersin, serta memakai masker apabila mengalami gejala, termasuk kelompok rentan. Termasuk hindari kontak dengan hewan ternak (seperti babi dan kuda) yang kemungkinan terinfeksi virus Nipah,” tambah Zaitun.

    Dirinya juga meminta jika ada masyarakat yang terpaksa harus melakukan kontak dengan hewan pembawa virus nipah, maka diwajibkan menggunakan APD (alat pelindung diri).

    Ia mengungkapkan, sejauh ini belum ada pengobatan yg spesifik bisa menyembuhkan nipah. Pengobatan yang ada saat ini hanya bersifat supportif dan simptomatis sesuai dengan gejala-gejala yg muncul

    “Kami himbau masyarakat agar menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan jika mengalami gejala-gejala yang mengarah ke virus nipah dan melaporkan ke petugas Kesehatan jika mengetahui ada orang atau masyarakat yang terkena virus nipah. Menghimbau kepada masyarakat agar tidak menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi serta menghindari penyebaran hoaks terkait penyakit virus nipah, dengan merujuk pada sumber informasi resmi pemerintah, ” tukasnya.

    Mungkin Suka Ini juga:
    KOBALORASI #4 Siap Guncang Alun-Alun Koba! Lima Malam Penuh Hiburan, UMKM, hingga Jejak Sejarah Kota

    KOBALORASI #4 Siap Guncang Alun-Alun Koba! Lima Malam Penuh Hiburan, UMKM, hingga Jejak Sejarah Kota

    26 Anak Muda Digembleng Jadi Barista, Bangka Tengah Bidik Lahirnya Pengusaha Kopi Baru

    26 Anak Muda Digembleng Jadi Barista, Bangka Tengah Bidik Lahirnya Pengusaha Kopi Baru

    Rapat Pertanggungjawaban APBD 2025 Hanya Dihadiri 18 Anggota DPRD Bangka Tengah

    Rapat Pertanggungjawaban APBD 2025 Hanya Dihadiri 18 Anggota DPRD Bangka Tengah

    Ironi Hari Anak Nasional, Bocah 6 Tahun di Sungaiselan Ditemukan Kurang Gizi dan Tinggal di Rumah Tanpa Listrik

    Ironi Hari Anak Nasional, Bocah 6 Tahun di Sungaiselan Ditemukan Kurang Gizi dan Tinggal di Rumah Tanpa Listrik

    Jalan Kulur-Lubuk Besar Gelap Gulita, Warga Keluhkan Kecelakaan Kerap Terjadi

    Jalan Kulur-Lubuk Besar Gelap Gulita, Warga Keluhkan Kecelakaan Kerap Terjadi

    Satu Orangtua Asuh Dampingi Satu Keluarga, Wabup Bangka Tengah Dorong Gerakan Bersama Cegah Stunting

    Satu Orangtua Asuh Dampingi Satu Keluarga, Wabup Bangka Tengah Dorong Gerakan Bersama Cegah Stunting