
“Virus Nipah termasuk yang berbahaya. Yang mana tingkat kematian mencapai 75 persen jika terjangkit virus ini. Bahkan di beberapa tempat tingkat kematian mencapai 100 persen,” ungkapnya, Jumat (20/2/2026).
Ia mengatakan Indonesia berisiko tertular karena kedekatan geografis dan intensitas mobilitas dengan negara-negara yang pernah mengalami kejadian luar biasa.
“Selain itu, hasil penelitian di Indonesia menunjukkan adanya bukti serologis dan deteksi virus pada reservoir alami kelelawar buah yang menandakan potensi sumber penularan di Indonesia. Jadi kalau resiko pasti ada namun kalau untuk kita insyaallah sangat kecil, ” ungkapnya.
Ia juga meminta masyarakat untuk tidak mengonsumsi nira/aren langsung dari pohonnya karena kelelawar dapat mengontaminasi sadapan aren/nira pada malam hari. Oleh karena itu, aren perlu dimasak sebelum dikonsumsi.