Warga Kurau Terima Ratusan Sertifikat Gratis dan Puluhan Rumah Swadaya

    Caption: Perumahan. (Net)

    INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Sebanyak 140 sertifikat tanah diberikan kepada masyarakat secara gratis oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk masyarakat Bangka Tengah, Selasa (27/1/2026).

    Selain sertifikat, warga di desa Kurau Barat dan Timur juga mendapatkan 70 rumah swadaya dalam rangka pengentasan pemukiman kumuh terpadu dan konsolidasi tanah untuk Kabupaten Bangka Tengah.

    Dari data yang yang ada, Kurau Barat mendapatkan bantuan rumah swadaya sebanyak 43 rumah dan 66 sertifikat tanah. Sedangkan Kurau Timur mendapatkan 27 rumah swadaya dan 74 sertifikat tanah.

    Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman mengucapkan terimakasih kepada seluruh lapisan yang turut dan mau membantu masyarakat.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Sinergitas inilah yang menandakan luar biasanya pemerintah hadir untuk masyarakat, rumah yang kurang layak, semakin layak. Tanah yang belum ada sertifikat sekarang ada sertifikat,” ucapnya.

    Ia mengatakan program ini akan berlanjut di 2026 ini mengingat masih ada relokasi rumah kumuh di aliran sungai Kurau.

    “Program ini akan berlanjut di 2026. Jadi bagi yang belum, sabar-sabar dulu. Kita prioritaskan untuk daerah-daerah yang memang lokus pemukiman kumuh, ” ungkapnya.

    Orang nomor 1 di Bangka Tengah itu mengingatkan untuk seluruh masyarakat yang mendapatkan rumah swadaya untuk menjaga dengan baik rumahnya termasuk kebersihan dan kesehatan.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Jaga rumahnya tetap bersih. Sampah jangan buang ke sungai. Kesehatan nomor 1 untuk kita semua. Jadi mari sama-sama kita jaga. Nanti kami akan bangun tempat sampah terjadinya, ” tukasnya.

    Salah satu penerima bantuan, Resi berterimakasih atas bantuan tersebut mengingat dirinya termasuk warga yang kurang mampu.

    “Dulu rumah saya kayu, dan alhamdulillah dapat bantuan bisa beton dan di keramik. Makasih pemerintah dari mulai desa, kecamatan, Kabupaten, Provinsi sampai Indonesia, ” ucapnya sembari menahan air mata.

    Dirinya tidak menyangka bisa menempati rumah beton karena dengan penghasilannya bersama suami sebagai nelayan akan sulit merenovasi rumah yang sudah ada.

    “Penghasilan suami dan saya paling untuk makan dan kebutuhan anak-anak. Tidak ada terfikir bisa bangun rumah beton. Terima kasih untuk semuanya, ” ujarnya.

    Mungkin Suka Ini juga:
    Gantikan Abvianto Syaifulloh, Andri Parlindungan Napitupulu Jabat Kajari Bangka Tengah

    Gantikan Abvianto Syaifulloh, Andri Parlindungan Napitupulu Jabat Kajari Bangka Tengah

    Bupati Bangka Tengah Fokus Penyesalan Persoalan Tanah

    Bupati Bangka Tengah Fokus Penyesalan Persoalan Tanah

    Jadi Daerah Kasus Kekerasan Anak Tertinggi, Algafry Minta Peran Ayah

    Jadi Daerah Kasus Kekerasan Anak Tertinggi, Algafry Minta Peran Ayah

    Bangka Tengah jadi Advokasi Terpadu Program Keamanan Pangan 2026

    Bangka Tengah jadi Advokasi Terpadu Program Keamanan Pangan 2026

    Koba dan Mangkol jadi Kelurahan Bebas Stunting

    Koba dan Mangkol jadi Kelurahan Bebas Stunting

    Pemab Bateng Rakor Genting

    Pemab Bateng Rakor Genting