Ustadz Hasif Safi’i : Tolak Semua Bentuk Idiologi Radikalisme

    BANGKA TENGAH. INTRIK.ID – Aksi kekerasan atas nama agama kembali marak belakangan ini. Seperti aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral di Kota Makassar beberapa waktu lalu. Hal ini tentu saja menarik perhatian dari sejumlah kalangan, dengan tegas menolak aksi tersebut, karena bertentangan dengan ajaran agama di Indonesia.

    Seperti disampaikan ustadz Hasif Safi’i pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Roudhatul Hidayah, yang berlokasi di Gang Selma, Rt 01, Rw 01, Desa Jeruk, Kecamatan Pangkalan Baru, Bangka Tengah ini, bahwa tidak ada satupun agama yang membenarkan aksi kekerasan, apa lagi bom bunuh diri.

    “Aksi Kekerasan seperti ini tidak dibenarkan dalam suatu agama manapun, sehingga Para Tokoh Agama dan Para Alim Ulama harus mengambil peran sebagai panutan sosial dan menghimbau masyarakat untuk tidak terpapar terhadap Gerakan Radikal dan Terorisme khususnya di Wilayah Bangka Belitung, ” kata Ustadz Hasif (15/04/2021)

    Ustadz Hasif juga mengatakan, bahwa pihaknya akan terus berpegang teguh pada Pancasila sebagai Ideologi dan Pandangan Hidup Bangsa Indonesia, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 dan Semangat Bhinneka Tunggal Ika.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Saya selaku Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Roudhatul Hidayah bertekad mempersiapkan dan membentuk generasi muda yang memiliki jiwa nasionalisme yang kuat, demokratis, jujur, berkeadilan dengan menjunjung tinggi nilai-nilai, etika Santri, hak asasi manusia, kemajemukan, kerukunan, persatuan dan kesatuan bangsa yang Berwawasan Nusantara, ” lanjut Ustad Hasif

    Selain itu, Ustad Hasif dengan tegas menyatakan, bahwa dirinya menolak keberadaan idiologi berorientasi atau berafiliasi gerakan radikalisme, terorisme, yang bertentangan dengan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945 dan peraturan perundang-undangan.

    “Saya selaku Pengasuh Pondok Pesantren dibawah naungan NU mengajak seluruh komponen bangsa untuk melakukan upaya pencegahan penyebaran paham radikalisme, terorisme, atau ideologi yang bertentangan dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 Khususnya di Wilayah Bangka Belitung, ” tutupnya.

    Space Iklan/0853-1197-2121
    Mungkin Suka Ini juga:
    KOBALORASI #4 Siap Guncang Alun-Alun Koba! Lima Malam Penuh Hiburan, UMKM, hingga Jejak Sejarah Kota

    KOBALORASI #4 Siap Guncang Alun-Alun Koba! Lima Malam Penuh Hiburan, UMKM, hingga Jejak Sejarah Kota

    26 Anak Muda Digembleng Jadi Barista, Bangka Tengah Bidik Lahirnya Pengusaha Kopi Baru

    26 Anak Muda Digembleng Jadi Barista, Bangka Tengah Bidik Lahirnya Pengusaha Kopi Baru

    Rapat Pertanggungjawaban APBD 2025 Hanya Dihadiri 18 Anggota DPRD Bangka Tengah

    Rapat Pertanggungjawaban APBD 2025 Hanya Dihadiri 18 Anggota DPRD Bangka Tengah

    Ironi Hari Anak Nasional, Bocah 6 Tahun di Sungaiselan Ditemukan Kurang Gizi dan Tinggal di Rumah Tanpa Listrik

    Ironi Hari Anak Nasional, Bocah 6 Tahun di Sungaiselan Ditemukan Kurang Gizi dan Tinggal di Rumah Tanpa Listrik

    Jalan Kulur-Lubuk Besar Gelap Gulita, Warga Keluhkan Kecelakaan Kerap Terjadi

    Jalan Kulur-Lubuk Besar Gelap Gulita, Warga Keluhkan Kecelakaan Kerap Terjadi

    Satu Orangtua Asuh Dampingi Satu Keluarga, Wabup Bangka Tengah Dorong Gerakan Bersama Cegah Stunting

    Satu Orangtua Asuh Dampingi Satu Keluarga, Wabup Bangka Tengah Dorong Gerakan Bersama Cegah Stunting