INTRIK.ID, BANGKA TENGAH– Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Bangka Tengah (DPRD Bateng) Batianus tegaskan agar Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah bisa menambah Penghasilan Asli Daerah (PAD) untuk kesejahteraan masyarakat dan juga pegawai di lingkup Bangka Tengah.
Ia menyoroti defisit anggaran Bangka Tengah sampai Rp 30 miliar serta PAD menurun dan transfer pusat ke daerah yang menurun tajam.
“Kita PAD hanya 811 Miliar, tapi belanjanya 841 miliar. Berarti defisit 30 miliar. Walau kami sudah prediksi bisa tertutup dengan SILPA Akhir taun tapi pengembangan PAD harus ada penambahan, ” tegasnya di Koba, Jumat (28/11/2025).
Batianus juga menyebutkan, kondisi keuangan saat ini sebenarnya masih memungkinkan jika dioptimalkan dengan baik. Apalagi jika memang dipergunakan untuk masyarakat.
“Saya rasa keuangan saat ini masih memungkinkan ya untuk pembangunan dan penunjang lainnya. Hanya perlu OPD untuk bisa optimal menggunakannya, ” tegasnya.
“Dan satu hal lagi, berdayakan masyarakat kita sendiri. Bukan malah memberdayakan masyarakat lain. Itu penting,” tukasnya.
Sementara itu, Bupati Bangka Tengah sudah merancang skala prioritas pembangunan di tahun 2026 walau mengalami turbulen keuangan dan juga pengurangan transfer ke daerah.
“Kami sudah merancang skala. Prioritas pembangunan. Kami tetap fokus menggerakan ekonomi. Namun mungkin ada pemotongan TPP saja untuk pegawai. Tapi itupun masih prediksi ya, ” jelasnya.
Ia juga menyampaikan, pemerintah sudah menghemat anggaran dalam efisiensi dan rasionalisasi anggaran tanpa mengorbankan pembangunan dan pembayaran proyek yang sudah berjalan.
“Kita sampai saat ini tidak ada pembayaran tersendat mulai dari gaji, TPP hingga proyek. Kita juga tetap membangun Bangka Tengah. Namun kita akan lakukan rasionalisasi dan penambahan PAD agar ekonomi kita terus meningkat, ” tukasnya.




